Flash News
No posts found

Bupati Geram Saat Meninjau Alun – Alun, Ingatkan Pakta Integritas Yang Telah Diteken

Bupati Rembang, Abdul Hafidz memantau kondisi Alun – Alun, Jum’at pagi (12/01).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz memantau kondisi Alun – Alun, Jum’at pagi (12/01).

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyoroti kebersihan di kawasan Alun – Alun yang masih belum sesuai harapan. Hal itu ia rasakan ketika meninjau langsung Alun – Alun, Jum’at pagi (12 Januari 2018). Hafidz keliling dengan naik sepeda, bersama rombongan pejabat.

Bupati mencontohkan sampah bekas jualan berserakan, kemudian kondisi saluran air terlihat tidak terawat dan kotor, karena sisa air comberan pedagang.

Hafidz bahkan langsung menegur Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Alun – Alun, Sriyono agar lebih aktif menggerakkan anggotanya ikut menjaga kebersihan, sesuai kesepakatan dengan pemerintah. Menurutnya, Alun-alun merupakan fasilitas publik, bukan milik kelompok pedagang saja. Kesepakatan tentang PKL ikut menjaga kebersihan Alun – Alun sebenarnya sudah lama ada, bahkan melalui penandatanganan pakta integritas. Namun kenyataan di lapangan belum berjalan maksimal. Padahal Kabupaten Rembang tengah berjuang untuk meraih Adipura.

Bupati menyampaikan jika ada pedagang yang mengabaikan kesepakatan, maka pihaknya siap mengambil tindakan tegas.

“PKL yang membandel akan kita beri sanksi, sanksi pertama tentu peringatan, sanksi kedua peringatan yang agak keras. Sanksi ketiga nanti kita akan gusur dari situ (alun-alun). Saya sadar tempat ini untuk fasilitas umum. Lha jalan tengahnya pedagang tetap jualan, tapi tolong jaga kebersihan. Permintaan saya ini nggak aneh – aneh gitu lho,” ujarnya.

Abdul Hafidz menimpali gelar Adipura hanya salah satu tujuan. Baginya tujuan paling pokok adalah menjadikan kebersihan sebagai budaya dan kebutuhan masyarakat. Ia mendorong gerakan Jum’at Bersih yang berlangsung di kota, semangatnya bisa merambah hingga pelosok pedesaan.

“Jadi nggak sekedar hari ini bersih, besok tidak. Bagaimana kita ciptakan jadi budaya masyarakat. Substansinya itu. Ujung – ujungnya juga untuk Adipura. Tapi itu bukan satu – satunya, “ tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Paguyuban PKL Alun – Alun Rembang, Sriyono mengungkapkan dirinya sudah sering menghimbau pedagang untuk menciptakan kebersihan di area jualannya masing – masing, namun tidak semua PKL bisa konsisten. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti arahan Bupati, termasuk menyampaikan sanksi yang akan diberikan apabila membandel.

Selain alun-alun, Bupati dan jajaran Kepala OPD terkait meninjau Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (DPU Taru), Terminal Rembang, mini market, SDN 1 Kutoharjo, SDN 2 Kutoharjo, SDN 3 Kutoharjo, SDN 6 Kutoharjo, dan Kantor Dinas Industri Perdagangan Koperasi dan UKM. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *