Flash News
No posts found

Dua Ekor Sapi Amblas, Aksi Pelaku Sempat Dipergoki Warga

Anggota Reskrim Polsek Sluke mengecek lokasi kandang ternak milik Suhardi.

Anggota Reskrim Polsek Sluke mengecek lokasi kandang ternak milik Suhardi.

Sluke – Pencurian sapi terjadi di Desa Pangkalan Kecamatan Sluke, Jum’at (12 Januari 2018) sekira pukul 01.00 pagi dini hari.

Dua ekor sapi digasak pencuri, nilainya sekira Rp 20 an Juta. Sapi yang hilang milik Suhardi, warga desa setempat. Diduga tersangka pelaku berjumlah 5 orang, datang dengan cara berjalan kaki. Setelah itu mereka memotong tali dadung, kemudian menuntun sapi meninggalkan kandang yang posisinya berada di sawah, agak jauh dari permukiman penduduk.

Saat pelaku membawa sapi, diketahui oleh Sutrisno (50 tahun), warga Dusun Kejawan Desa Sluke Kecamatan Sluke. Lantaran takut, saksi berlari mendatangi rumah pemilik sapi, sekaligus meminta tolong masyarakat. Setelah dipastikah ternak sapi Suhardi hilang, warga berusaha mengejar pelaku, namun sudah terlanjur kehilangan jejak.

Sunardi, Kepala Desa Pangkalan Kecamatan Sluke mengatakan di kampungnya baru kali pertama ini terjadi pencurian sapi. Ia sendiri heran kenapa pelaku bisa lolos, padahal dicegat cukup banyak warga. Kemungkinan lebih dulu tancap gas naik kendaraan bak terbuka.

“Kebetulan saat ini kan musim tanam padi, jadi warga tengah malam biasa mengalirkan air ke sawah pake mesin pompa. Lha waktu nengok ke kandang, sapi masih ada. Pemiliknya pulang, baru ada informasi pencurian itu, “ ucap Kades.

Sunardi membenarkan rata – rata lokasi kandang ternak sapi di desanya berada di lahan persawahan. Dari rumah terdekat, perkiraan berjarak 100 meter. Hampir tidak ada sapi dirawat di dekat rumah, karena mempertimbangkan faktor kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“TKP nya sebelah timur kampung, kalau di sini kan pola pikir warganya sudah maju mas. Nggak mungkin sapi di taruh dekat perumahan. Kandang didirikan di sawah sendiri, kalau menurut saya sich aman. Cuman kembali lagi yang namanya maling, nyari kelengahan korban, “ tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Sluke, AKP Sunarmin menjelaskan anggotanya sudah menggelar olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga Jum’at sore, pelaku belum tertangkap, karena masih proses penyelidikan. Ia membenarkan posisi kandang yang jauh dari perumahan, merupakan kesempatan bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Sebelum peristiwa di Desa Pangkalan, pencurian sapi juga pernah terjadi di Desa Trahan Kecamatan Sluke bulan Juni tahun 2016 lalu. Kala itu tersangka pelaku yang dibekuk polisi, adalah tetangga korban sendiri. Kemudian pencurian sapi muncul lagi pada bulan November 2017 di Dusun Tawangrejo Desa Sluke. Bedanya kasus tersebut belum terungkap. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *