Flash News
No posts found

Traffic Light Percontohan, Kalau Berhasil Yang Lain Akan Mengikuti

Lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di depan Masjid Desa Sidorejo Kecamatan Sedan, Jum’at (12/01). Lampu di lokasi ini menggunakan tenaga surya.

Lampu pengatur lalu lintas (traffic light) di depan Masjid Desa Sidorejo Kecamatan Sedan, Jum’at (12/01). Lampu di lokasi ini menggunakan tenaga surya.

Sedan – Pemasangan lampu traffic light di persimpangan jalan dekat Masjid Desa Sidorejo Kecamatan Sedan menjadi percontohan, karena baru kali pertama ini menggunakan tenaga surya. Apabila berhasil, Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang merencanakan mengganti semua traffic light dengan tenaga surya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Suyono menjelaskan mayoritas lampu traffic light memakai listrik PLN. Harga awal pengadaan memang traffic bertenaga surya lebih mahal. Apabila dibandingkan lampu traffic biasa, terpaut sekira Rp 50 an Juta.

Tapi traffic light tenaga surya memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya tidak perlu membayar listrik bulanan PLN, tetap menyala walaupun listrik PLN padam. Selain itu meski cuaca mendung atau hujan, kondisi cahaya siang hari, memungkinkan tetap bisa menyimpan arus listrik.
Kelemahannya, setiap 2 tahun sekali, piranti untuk menyimpan listrik harus rutin diganti. Dari hasil perhitungan awal, traffic light tenaga surya lebih efektif.

“Siang hari kalaupun mendung atau hujan, baterai tetap bisa ngisi. Memang saya akui masih banyak yang fanatik dengan listrik PLN. Tapi traffic di Desa Sidorejo – Sedan ini kalau berhasil, kami akan berancang – ancang mengganti seluruh traffic light dengan tenaga surya. Di kota – kota besar, semua sudah pakai kayak gini, lebih efektif soalnya, “ kata Suyono, Jum’at (12 Januari 2018).

Suyono menambahkan kalau traffic light lama ingin diganti tenaga surya, tiang maupun lampunya tak perlu membuat baru. Cukup melengkapi alat penangkap sinar matahari dan semacam baterai penyimpan arus. Soal biaya tahunan khusus traffic light, ia tidak hafal. Kebetulan digabung semua dengan biaya rekening lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan warning light, per tahun rata – rata membutuhkan anggaran Rp 10 Miliar.

“Kan tinggal nambah solar cell dan baterai penyimpan arusnya. Jadi memungkinkan sekali kita ganti tenaga surya. Nanti akan kami hitung biayanya dan kalau siap, tinggal eksekusi saja rencana tersebut, “ imbuhnya.

Lampu traffic light bertenaga surya di persimpangan Desa Sidorejo Kecamatan Sedan, sebelumnya menelan anggaran sekira Rp 270 an Juta. Semenjak ada lampu pengatur tersebut, masyarakat sekitar berharap akan mampu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *