Flash News
No posts found

7 Makam Dipindah, Warga Kini Banyak Jual Tanah

Kondisi abrasi di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan, Jum’at (12/01).

Kondisi abrasi di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan, Jum’at (12/01).

Kragan – Dampak bencana abrasi masih mengkhawatirkan warga pesisir pantai Desa Sumbersari Kecamatan Kragan. Apalagi belakangan ini ombak besar dan cuaca buruk, terus melanda kawasan Pantai Utara Jawa.

Solikah, Kepala Desa Sumbersari Kecamatan Kragan, Jum’at pagi (12 Januari 2018) mengakui dampak abrasi memang sulit dibendung. Ia mencontohkan pada tahun 2016 lalu, sudah memindahkan 4 – 7 buah makam di belakang SPBU Sumbersari, lantaran terkikis ombak. Makam dialihkan ke lokasi lain, agak jauh dari bibir pantai.

Kebetulan makam yang dipindah merupakan makam lama. Sekarang kalau ada warganya meninggal dunia, dikebumikan ke makam baru di sebelah selatan jalur Pantura.

“Pemindahan makam waktu itu dari sore dan baru selesai jam 02.00 dini hari. Alhamdulilah lancar prosesnya, berkat kerja sama masyarakat yang gotong royong. Itu makam tokoh – tokoh di desa sini. Jaraknya 50 an meter dari makam lama. Tapi untuk warga yang meninggal dunia, biasanya dimakamkan ke makam selatan jalan raya, nggak di situ, “ terang Solikah.

Solikah memperkirakan 4 unit rumah mesti dipantau, ketika musim ombak besar. Saat ini banyak warganya terpaksa menjual tanah pribadi di dekat pinggir laut. Mereka khawatir lama kelamaan akan habis tergerus. Bagi warga yang punya modal, sisa lahan biasanya dimanfaatkan sendiri untuk pembibitan udang benur. Pihak desa sudah berusaha menanam cemara laut dan membuat tanggul darurat dari potongan bambu. Sayangnya, pohon cemara yang sudah besar – besar kalah dengan hantaman ombak.

“Kita pakai pathok – pathok bambu, dipasangi ban bekas. Tapi ya tetep kalah sama ombak. Makanya nggak heran kalau warga kami, banyak yang jual tanahnya. Kita nggak mau terlalu nuntut sama pemerintah, soalnya pemerintah yang dipikir banyak. Nggak hanya Sumbersari kan, masih ada desa – desa lain yang juga harus ditangani, “ imbuh wanita asli Kauman, Rembang ini.

Abrasi di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan ini sudah direspon oleh Pemkab Rembang. Tahun 2017, Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang membangun tanggul penahan abrasi senilai Rp 359 Juta. Hanya saja masih ada bibir pantai sepanjang 2 Kilo Meter di desa tersebut yang kondisinya terbuka dan terancam oleh abrasi susulan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *