Flash News
No posts found

Hambat Pengembangan Wisata, Puluhan Bangunan Akan Dipindah

Deretan kandang ternak dan gudang tempat penyimpan garam di pinggir Pantai Pasir Putih Kaliori. Rencananya bangunan tersebut akan dipindah.

Deretan kandang ternak dan gudang tempat penyimpan garam di pinggir Pantai Pasir Putih Kaliori. Rencananya bangunan tersebut akan dipindah.

Kaliori – Keberadaan kandang ternak sapi dan gudang penyimpanan garam di pinggir pantai, dianggap mengganggu pengembangan obyek wisata Pantai Pasir Putih Dusun Wates Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori. Tak heran belakangan ini muncul desakan supaya kandang ternak dan gudang garam tersebut, segera dipindah.

Heri Prasetyo, pengelola obyek wisata Pantai Pasir Putih mengatakan jumlah kandang ternak dan gudang penyimpan garam sekira 25 buah, mayoritas dimiliki oleh warga setempat, yang rata – rata juga ikut berjualan di Pantai Pasir Putih.

Status lahan merupakan tanah negara, sehingga selama ini warga hanya pinjam pakai. Ada yang sadar siap pindah, namun ada pula yang agak sulit dan ingin bertahan, alasannya sudah menempati lahan itu sejak lama, sebelum obyek wisata ramai didatangi pengunjung.

Menurut rencana, pemindahan kandang dan gudang diarahkan ke lahan lokasi timur, jauh dari pusat Pantai Pasir Putih. Alasannya, kotoran ternak sapi, jangan sampai mengganggu pemandangan atau menimbulkan polusi.

“Karena rawan membuat wisatawan kurang nyaman, kami sudah menggelar pertemuan untuk membahas masalah tersebut. Jika mengacu aturan, yang punya kandang dan gudang nggak berhak sich mas. Cuman mereka kan sudah lama menempati di situ, ya kita bicarakan baik – baik lah. Yang jelas arahnya dipindah ke timur, “ ujar Heri.

Heri menambahkan dulu sebelum membuat bangunan, sebenarnya sudah diwanti – wanti perangkat desa, harus siap pindah, apabila ada program pengembangan wisata. Meski demikian untuk jalan tengahnya, biaya pemindahan bangunan ditanggung sebagian pemilik dan pengelola wisata, supaya tidak terlalu memberatkan. Nantinya lokasi bekas kandang dan gudang yang dikosongkan, akan digunakan untuk perluasan tempat parkir, arena bermain anak – anak dan gedung serba guna. Semua murni mengandalkan dana swadaya dari pendapatan parkir kendaraan pengunjung.

“Pantai Wates dibuka kan baru setelah Lebaran kemarin mas, hari biasa tiket ditarik juga setelah jam 12 siang. Ya kira – kira 6 bulan ini terkumpul dana Rp 30 an Juta. Itu pun masih dibagi untuk honor temen – temen yang bertugas di sini. Pembangunan sarana baru akan kita ambilkan dari pendapatan parkir. Kecuali dermaga dan gasebo itu, memang bantuan pemerintah kabupaten, “ imbuhnya.

Potensi Pantai Pasir Putih Wates dianggap lebih lengkap, karena memiliki lahan sangat luas dan dekat dengan Pulau Gede, satu – satunya pulau yang masih tersisa di perairan Kabupaten Rembang. Melihat antusias pengunjung semakin meningkat belakangan ini, Heri Prasetyo optimis pendapatan Pantai Pasir Putih akan turut terdongkrak. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *