Flash News
No posts found

Keluhan Tentang Nasib Lansia Bermunculan, Pemkab Kerahkan Tim

Sejumlah kaum lanjut usia di Kabupaten Rembang, dalam sebuah kegiatan, beberapa waktu lalu. (rembangkab.go.id).

Sejumlah kaum lanjut usia di Kabupaten Rembang, dalam sebuah kegiatan, beberapa waktu lalu. (rembangkab.go.id).

Rembang – Keluhan mengenai kaum lanjut usia dari keluarga miskin yang hidup sebatang kara terus bermunculan dari berbagai desa. Masalah sosial ini disampaikan langsung kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat talkshow “Halo Bupati” di Radio R2B Rembang, Jum’at malam.

Sumani salah satunya. Warga Desa Turusgede Kecamatan Rembang Kota ini melaporkan ada dua orang tetangganya di RT 03, yang hidup sangat miskin. Keduanya adalah Lasmi dan Jumiah, usia sekira 70 an tahun. Untuk makan sehari – hari saja, harus dibantu oleh tetangga sekitar. Ia berharap Pemkab Rembang turun tangan, paling tidak membantu kebutuhan makan.

“Itu tetangga saya layak dibantu pak. Hidup sendiri, untuk makan sehari – hari saja kesulitan. Mohon diperhatikan, nggak usah dibantu rumah atau apa. Yang penting bisa dibantu untuk makannya. Kasihan, nggak punya penghasilan sama sekali, “ kata Sumani.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan terima kasih atas masukan dari Sumani, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di dekat tempat tinggalnya.

Hafidz berjanji segera menurunkan tim untuk melakukan verifikasi. Kebetulan Pemkab Rembang mempunyai program untuk kaum Lansia terlantar, melalui bantuan dana rutin atau kebutuhan pokok tahun 2018 ini. Apabila memenuhi syarat, ia memastikan kedua warga tersebut bisa memperoleh bantuan rutin setiap bulan.

“Terima kasih pak Sumani, saya terbantu dengan informasi ini. Selaku Bupati saya harus bertanggung jawab. Kami akan respon, insyallah besok (hari ini) akan ada tim ke sana. Biasanya kalau kayak gini, saya terjun sendiri. Cuman karena kebetulan ada kegiatan, jadi saya wakilkan. Yang penting Bu Lasmi dan Bu Jumiah bisa tertangani dengan baik. Tetangga saya minta, jangan sampai meninggalkan, “ ujarnya.

Selain Lansia miskin terlantar, keluhan yang masih kerap muncul adanya warga sakit. Mereka merasa sebagai keluarga tidak mampu, namun belum mempunyai BPJS Kesehatan.

Bupati menyarankan solusi untuk meminta surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa masing – masing. Setelah itu mengurus ke Dinas Sosial. Dinas Sosial nantinya mengecek rumah pemohon. Jika memenuhi syarat, baru diserahkan ke Dinas Kesehatan, untuk diproses kartu BPJS Kesehatan melalui anggaran daerah, sehingga warga tidak terbebani iuran rutin. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *