Flash News
No posts found

Serapan Anggaran Naik, Dana Untuk Ruang Bougenvil Dialihkan

Kegiatan proyek penataan trotoar di dalam kota Rembang, belum lama ini.

Kegiatan proyek penataan trotoar di dalam kota Rembang, belum lama ini.

Rembang – Serapan anggaran daerah Kabupaten Rembang selama tahun 2017 diperkirakan mencapai 95 %.

Komposisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang tahun 2017, terdiri dari pendapatan Rp 1,5 Triliun, sedangkan belanja tidak langsung termasuk gaji pegawai sekira Rp 1 Triliun 097 Miliar, belanja langsung Rp 641 Miliar dan pembiayaan daerah Rp 183 Miliar lebih.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat talkshow “Halo Bupati” di Radio R2B, Jum’at malam (12/01) menjelaskan berdasarkan data terakhir sistem informasi manajemen daerah (SIMDA), serapan anggaran daerah tercatat baru 88,12 %. Hal itu karena proses entri data belum selesai, diantaranya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2017, yang biasanya dilaporkan ke pusat, mulai tahun 2017 harus dilaporkan ke APBD daerah. Padahal jumlah sekolah penerima BOS ada 404 sekolah SD dan SMP.

Selain itu, masih berlangsung entri data Surat Perintah Pengesahan Pendapatan Dan Belanja (SP3B) Badan Layanan Umum Rumah Sakit dr. R Soetrasno Rembang dan Puskesmas. Kalau sudah selesai, serapan anggaran daerah bisa menembus angka 95 %. Kalau dibandingkan dengan serapan anggaran tahun 2016 sebesar 93 %, artinya terjadi peningkatan.

“Kita pantau lewat Simda seperti itu angkanya. Tinggal nunggu entri data tuntas. Kebetulan sisa yang dientri ini tergolong besar anggarannya. Dana BOS misalnya, ratusan sekolah harus dimasukkan serapan dananya. Kebetulan masih dalam proses. Kalau 95 %, berarti yang kita serap naik kira – kira 2 %, “ jelas Bupati.

Abdul Hafidz menambahkan sisa 5 % yang belum terserap, disebabkan ada beberapa proyek besar yang belum berhasil digarap pada tahun 2017 lalu. Diantaranya pengembangan bekas pasar dan eks kawedanan Kecamatan Pamotan untuk jualan para pedagang senilai Rp 12 Miliar, karena konsultan terlambat membuat gambar. Kemudian pembangunan Instalasi Gawat Darurat dan ruang Bougenvil rumah sakit dr. R Soetrasno gagal lelang. Ruang Bougenvil hanya direhab ringan, sedangkan anggaran untuk ruang Bougenvil akan dialihkan untuk membangun gedung layanan penyakit jiwa pada tahun 2018 senilai Rp 4,9 Miliar.

“Ruang Bougenvil tetap bisa beroperasi setelah direhab sedikit. Lha dananya akan kami alihkan, karena layanan penyakit jiwa juga dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, “ tuturnya.

Menurutnya, serapan anggaran di tingkat Kabupaten, sering kali dipengaruhi pula oleh regulasi aturan dari pemerintah pusat. Kendala lain yang muncul di tahun 2017, dari sisi perencanaan akan diperbaiki, supaya target pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *