Flash News
No posts found

Tak Terbebani Target, 3 Wakil Rembang Sukses Di Solo

Sirojul Muttaqin (bertopi), Dwi Ani Retno Wulan dan Willys Setyono. Ketiganya sukses menyabet medali emas, saat mengikuti turnamen Muay Thai di Solo.

Sirojul Muttaqin (bertopi), Dwi Ani Retno Wulan dan Willys Setyono. Ketiganya sukses menyabet medali emas, saat mengikuti turnamen Muay Thai di Solo.

Rembang – 3 orang atlet Muay Thai dari Kabupaten Rembang menyabet medali emas, dalam turnamen Muay Thai dan Kick Boxing yang bertajuk Han Academy Championship IV 2018 di sebuah mall di Kota Solo, Sabtu – Minggu (tanggal 13 – 14 Januari 2018).

Ketiganya adalah Dwi Ani Retno Wulan warga Desa Ngulahan Kecamatan Bulu yang turun pada nomor 48 Kg, kemudian Willys Setyono warga Desa Sulang Kecamatan Sulang turun di kelas 57 Kg dan Sirojul Muttaqin, pemuda warga Desa Lohgede Kecamatan Sumber, yang bertarung pada kelas 60 Kg.

Sedangkan 2 atlet lainnya yang ikut diterjunkan dalam event tersebut, Shaka Chandra Dewi warga Desa Pedak Kecamatan Sulang dan Dian Nurivanita dari Desa Samaran Kecamatan Pamotan kalah angka.

Ketua Pengurus Cabang Muay Thai Kabupaten Rembang, Yon Suprayoga mengatakan pihaknya sebenarnya tidak membebani target. Namun ternyata 3 atlet mampu berjaya mengalahkan lawan – lawannya. Khusus Shaka dan Dian yang kalah angka, menurutnya jangan mudah patah semangat. Keduanya didorong terus berlatih, agar kedepan menjadi lebih baik.

“Event ini berskala nasional. Kami kirimkan 5 atlet, hasilnya ternyata sangat melegakan. Dwi Ani, Rojul dan Willys sukses menjuarai di kelasnya. Saat kualifikasi Porprov di Purbalingga lalu, ketiganya juga mengalahkan lawan – lawannya, “ ungkap pria asal Lasem ini.

Yon menambahkan turnamen Han Academy di Solo termasuk bergengsi, karena diikuti atlet – atlet dari seluruh Indonesia. Pihaknya merasa perlu mengikuti, sebagai sarana menambah jam terbang atlet yang kelak akan berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Kalau sebatas latihan di Rembang saja, menurutnya kesulitan mendapatkan sparing partner yang sepadan.

“Kenapa kita kirimkan atlet ke Solo, ini dalam rangka menuju Porprov. Kita masih ingin menggembleng mental dan tekhnik – tekhnik bertarung atlet. Begitu ada undangan, tanpa ragu kami kirimkan 5 atlet. Setelah usai, akan segera kami evaluasi, “ tandasnya.

Sementara itu, pelatih Muay Thai Kabupaten Rembang, Sena Kurnia Putra mengakui keikutsertaan dalam turnamen di Solo merupakan salah satu cara mengintip kekuatan daerah lain. Meski 3 atletnya menyabet juara, namun Sena mengingatkan tak boleh cepat puas. Ia beralasan misi pembuktian sesungguhnya adalah ketika Porprov di Solo bulan Oktober mendatang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *