Flash News
No posts found

Belum Puas Dengan Jawaban Presiden, Nelayan Cantrang Tetap Ngluruk Jakarta

Belum puas jawaban Presiden, nelayan cantrang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tetap akan menggelar demo ke Jakarta. Selengkapnya bersama reporter radio jaringan, Musyafa dari Radio R2B Rembang. Rembang – Bupati Rembang, Jawa Tengah Abdul Hafidz bersama perwakilan nelayan cantrang dan anggota DPRD bertemu dengan Presiden, Joko Widodo mengadukan masalah cantrang. Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di Tegal, Senin sore itu, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan sejumlah Bupati di Jawa Tengah yang daerahnya masih menggunakan jaring cantrang. Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Joko Supriyadi menjelaskan dalam pertemuan selama 1 jam lebih tersebut, Presiden menegaskan nelayan cantrang boleh melaut, sambil menunggu pelaksanaan uji petik bersama, untuk membuktikan jaring cantrang merusak lingkungan atau tidak. Presiden bahkan telah memerintahkan Kapolri, agar nelayan cantrang yang melaut jangan ditangkap. Informasi ini telah disebarkan kepada Kapolda di seluruh Indonesia. “Saat demo bulan Juli tahun 2017 lalu, pemerintah sempat berjanji akan menggelar uji petik bersama. Namun sampai sekarang kenyataannya belum dijalankan. Lha janjinya pak Presiden akan ada uji petik. Kita juga sempat bertemu dengan pak Kapolda Jawa Tengah, Irjen Chondro Kirono, “ jelasnya. Seorang pemilik kapal cantrang yang juga Kepala Desa Pasar Banggi, Rembang, Rasno menjelaskan meski Presiden sudah memberikan sinyal positif, namun menurutnya belum ada kepastian. Maka para nelayan cantrang tetap akan menggelar aksi demo di Istana Negara Jakarta pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Tuntutan utamanya, pemerintah harus melegalkan jaring cantrang secara nasional atau minimal memberikan toleransi perpanjangan waktu ganti alat tangkap. Massa nelayan cantrang dari Rembang, dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Selasa siang (16/01/2018). “Di desa kami, ada 18 kapal cantrang. Informasi dari pak Presiden belum pasti. Kalau diperpanjang, sampai kapan diperpanjang. Belum jelas pula dilarang atau tidak. Maka kami tetap berangkat demo ke Jakarta, biar dapat kepastian. Kabarnya jawaban dari pemerintah akan disampaikan saat demo besok, “ kata Rasno. Sebelumnya, Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengisyaratkan tetap akan melarang jaring cantrang, karena menilai merusak ekosistem laut. Apalagi pemerintah menginginkan sumber daya kelautan harus bisa bertahan untuk jangka panjang. (MJ – 81). Ket. Foto : Nelayan cantrang di Kabupaten Rembang menuntut cantrang dilegalkan secara nasional.

Nelayan cantrang di Kabupaten Rembang menuntut cantrang dilegalkan secara nasional. (gambar atas) suasana pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Tegal.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama perwakilan nelayan cantrang dan anggota DPRD bertemu dengan Presiden, Joko Widodo mengadukan masalah cantrang.

Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di Tegal, Senin sore itu, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan sejumlah Bupati di Jawa Tengah yang daerahnya masih menggunakan jaring cantrang.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Rembang, Joko Supriyadi menjelaskan dalam pertemuan selama 1 jam lebih tersebut, Presiden menegaskan nelayan cantrang boleh melaut, sambil menunggu pelaksanaan uji petik bersama, untuk membuktikan jaring cantrang merusak lingkungan atau tidak. Presiden bahkan telah memerintahkan Kapolri, agar nelayan cantrang yang melaut jangan ditangkap. Informasi ini telah disebarkan kepada Kapolda di seluruh Indonesia.

“Saat demo bulan Juli tahun 2017 lalu, pemerintah sempat berjanji akan menggelar uji petik bersama. Namun sampai sekarang kenyataannya belum dijalankan. Lha janjinya pak Presiden akan ada uji petik. Kita juga sempat bertemu dengan pak Kapolda Jawa Tengah, Irjen Chondro Kirono, “ jelasnya.

Seorang pemilik kapal cantrang yang juga Kepala Desa Pasar Banggi, Rembang, Rasno menjelaskan meski Presiden sudah memberikan sinyal positif, namun menurutnya belum ada kepastian. Maka para nelayan cantrang tetap akan menggelar aksi demo di Istana Negara Jakarta pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Khusus dari Kabupaten Rembang, ada 60 an bus yang berangkat ke Ibu Kota. Tuntutan utamanya, pemerintah harus melegalkan jaring cantrang secara nasional atau minimal memberikan toleransi perpanjangan waktu ganti alat tangkap. Massa nelayan cantrang dari Rembang, dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Selasa siang (16/01/2018).

“Di desa kami, ada 18 kapal cantrang. Informasi dari pak Presiden belum pasti. Kalau diperpanjang, sampai kapan diperpanjang. Belum jelas pula dilarang atau tidak. Maka kami tetap berangkat demo ke Jakarta, biar dapat kepastian. Kabarnya jawaban dari pemerintah akan disampaikan saat demo besok, “ kata Rasno.

Sebelumnya, Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengisyaratkan tetap akan melarang jaring cantrang, karena menilai merusak ekosistem laut. Apalagi pemerintah menginginkan sumber daya kelautan harus bisa bertahan untuk jangka panjang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *