Flash News
No posts found

Soal Fungsi KIS, Masih Banyak Yang Salah Paham

Kesibukan perawat rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang menangani pasien.

Kesibukan perawat rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang menangani pasien.

Rembang – Masyarakat pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari keluarga miskin sering kali masih salah paham mengenai fungsi kartu tersebut. Mereka tahunya semua gangguan kesehatan ditanggung pemerintah secara gratis, padahal ada belasan macam yang tidak ditanggung.

Vera, salah satu petugas verifikator dari Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Rembang menjelaskan sedikitnya 17 an item tidak ditanggung oleh pemerintah. Ia mencontohkan beberapa kasus yang biasa terjadi di tengah masyarakat, diantaranya berobat pada fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan kecuali pada kondisi gawat darurat, kemudian cedera akibat kerja, pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika, ketergantungan obat maupun minuman beralkohol dan sengaja menyakiti diri sendiri. Selain itu, dampak pengobatan alternatif, pemasangan alat kontrasepsi, berobat ketika masa kejadian luar biasa (KLB) juga tidak ditanggung dalam Program Indonesia Sehat.

“Apabila ada orang masuk Puskesmas karena pengaruh Miras, ya tentu nggak ditanggung pengobatannya. Pasien harus bayar sendiri. Begitu pula ketika warga berobat alternatif, tapi kondisinya semakin memburuk. Hal itu tidak ditanggung, “ kata Vera.

Vera menambahkan pada saat warga pemegang KIS yang menerima bantuan pemerintah, hanya berhak mendapatkan perawatan di kelas III. Berapapun kebutuhan dananya, pasien bebas biaya. Namun jika yang bersangkutan ingin naik perawatan selain kelas III, ada selisih biaya yang harus dibayarkan.

“Pasien kartu KIS yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, berapapun biayanya, selama di kelas III, nggak perlu bayar. Tapi kalau naik kelas, monggo, tapi akan ada hitung – hitungan sendiri, “ bebernya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit dr. R Seotrasno Rembang, Agus Setyo Hadi Purwanto mengungkapkan kualitas pelayanan pasien kelas III saat ini jauh lebih baik. Ia menyebutkan dari sisi kondisi ruangan, dulu tidak ada pendingin ruangan atau AC, namun sekarang dilengkapi AC yang dianggarkan dengan nilai sekira Rp 1,3 Miliar pada tahun 2017. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *