Flash News
No posts found

Nilai Investasi Melonjak, Bupati Beber Siapa Saja Investor Tahun 2018

Pabrik semen di Kabupaten Rembang, salah satu investasi skala besar.

Pabrik semen di Kabupaten Rembang, salah satu investasi skala besar.

Rembang – Nilai investasi yang masuk ke wilayah Kabupaten Rembang meningkat pesat, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini.
Tahun 2013 tercatat hanya Rp 673 Miliar, tetapi melonjak hingga Rp 5,816 Triliun pada tahun 2017. Salah satunya yang paling besar adalah PT. Semen Indonesia beserta sejumlah anak perusahaannya.

Keberadaan pelabuhan di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, turut mendongkrak investasi, karena memudahkan proses pengiriman barang dari jalur laut.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan untuk tahun 2018 ini, sejumlah perusahaan juga siap menggeber dananya, guna menanamkan modal di Kabupaten Rembang. Diawali dari PT. Seng Dam Jaya Abadi, yang membuka pabrik sepatu di sebelah timur Embung Rowosetro Pasar Banggi, dengan nilai investasi $ 11,9 Juta, kemudian PT. Wadah Karya membangun pabrik gula di Desa Kemadu Kecamatan Sulang dengan nilai investasi Rp 250 Miliar, PT. Bhumidana Indonesia menggelontorkan investasi senilai Rp 40 Miliar di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sale, bergerak di sektor industri kalsium karbonat, serta PT. Malindo Feedmill membuka pabrik pembibitan ayam di Desa Sidorejo Kecamatan Pamotan dan Desa Mrayun Kecamatan Sale senilai $ 10,220.

“Pabrik sepatu mampu menyerap tenaga kerja 5.061 orang dulu dan nantinya bisa terus bertambah, pabrik gula 200 an orang, industri PCC masih proses izin, tapi jumlah tenaga kerja yang bisa terserap 135 orang. Sedangkan pembibitan ayam, estimasinya 80 an orang tenaga kerja, “ jelas Bupati.

Abdul Hafidz menimpali sebenarnya ada pula sejumlah calon investor yang masih melakukan penjajakan di Kabupaten Rembang. Diantaranya PT. Bhotan Raharjo Properti di bidang pariwisata, PT. Bukit Kiara Lestari di bidang pelabuhan dan PT. Super Energy yang mengincar potensi Migas. Ia menganggap idealnya Kabupaten Rembang sudah perlu memiliki zona industri. Namun dari sisi regulasi dan sarana, akan dimatangkan dulu.

“Kawasan industri ini perlu diawali dengan studi dan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Lha kalau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menetapkan Rembang sebagai kawasan industri wilayah timur, maka perlu zona industri khusus di suatu lokasi, biar tidak terpencar – pencar, “ bebernya.

Seorang pemerhati masalah sosial di Rembang, Sutejo mengingatkan banyaknya investasi harus diseimbangkan dengan kemaslahatan masyarakat secara umum. Seberapa besar penyerapan tenaga kerja serta kewajiban memberikan dana sosialnya kepada lingkungan sekitar pabrik.

Hal lain yang juga penting adalah dampak negatif terhadap lingkungan, mesti diantisipasi jauh – jauh hari, dengan memperketat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Ia mencontohkan sering kali pabrik pengolahan ikan berdiri, tapi tidak jelas bagaimana pengelolaan limbah, sehingga mengancam sektor pariwisata bahari. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *