Flash News
No posts found

Polisi Pantau Elpiji Bersubsidi, Keluhan Warga Masih Bermunculan

Anggota Polsek Lasem mengecek salah satu pangkalan gas elpiji 3 Kg.

Anggota Polsek Lasem mengecek salah satu pangkalan gas elpiji 3 Kg.

Lasem – Polsek Lasem memantau distribusi tabung gas elpiji 3 kilo gram di sejumlah titik, untuk memastikan stok aman, sekaligus mengantisipasi penyimpangan.

Kepala Unit Reskrim Polsek Lasem, Ipda Sudibyono menjelaskan pihaknya mengecek pangkalan di Desa Gedongmulyo, pangkalan Desa Sumbergirang, dan pangkalan di Desa Jolotundo.

Pengecekan meliputi berapa jumlah pengiriman dan harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya bervariasi, karena ada pangkalan yang menerima jatah 400 – 600 an tabung per Minggu. Begitu pula soal harga, untuk elpiji 3 Kg ada yang menjual Rp 16.000 hingga Rp 18.500. Sejauh pengamatannya, belum muncul gejolak, terkait masalah elpiji bersubsidi.
Karena gas tersebut hak dari keluarga kurang mampu, pihaknya menekankan kepada pemilik pangkalan, supaya elpiji 3 Kg dijual tepat sasaran.

“Tiap kita datang ke pangkalan, yang dicek stok sama HET nya. Harga tertinggi memang beda – beda. Sejauh pantauan kami masih dalam batas kewajaran. Belum muncul antrean panjang. Pantauan ini merupakan bentuk pengawasan, atas perintah pimpinan, “ terang Ipda Sudibyono, Selasa (23 Januari 2018).

Sementara itu, seorang perangkat desa Karasgede Kecamatan Lasem, Muharsono menyebutkan warga yang ingin membeli gas elpiji 3 Kg menghadapi kondisi tidak pasti. Terkadang ada stok, tapi sering pula pangkalan kehabisan barang.

Pihaknya juga menerima keluhan ada pengiriman gas elpiji 3 Kg dari sebuah agen ke suatu lokasi di kampungnya. Namun ketika warga sekitar ingin membeli, justru kerap ditolak. Konon alasannya untuk kuota desa lain. Ia berharap sistem distribusi semacam itu dikaji ulang, agar tidak memancing protes.

“Warga tahunya kalau gas elpiji 3 Kg masuk ke Desa Karasgede, warga setempat ya boleh beli. Lha ini saya sudah beberapa kali mendapatkan laporan warga kesulitan beli. Kecuali kalau gas didrop di luar desa, nggak ada masalah, “ tandasnya.

Muharsono juga menghimbau keluarga mampu jangan membeli gas elpiji 3 Kg. Saat ini sudah ada alternatif lain, seperti Bright Gas isi 5,5 Kilo Gram dan isi 12 Kg yang termasuk non subsidi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *