Flash News
No posts found

Respon Bupati Ketika Masih Ada Sekolah Bertahan Dengan 5 Hari Masuk

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memimpin kegiatan upacara di sebuah sekolah, belum lama ini.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat memimpin kegiatan upacara di sebuah sekolah, belum lama ini.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz sudah menerima laporan, terkait masih adanya 2 sekolah di Kabupaten Rembang yang masih tetap mempertahankan 5 hari masuk sekolah, meski sebelumnya banyak menuai pro dan kontra. Kedua sekolah tersebut, masing – masing SMA N I dan SMK N I Rembang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan pihaknya menyadari pengelolaan SMA dan SMK ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, dirinya tak tinggal diam, karena siswa yang diajar maupun orang tua murid, warga Kabupaten Rembang. Maka ia berinisiatif memanggil para kepala sekolah yang menerapkan kebijakan 5 hari pembelajaran. 3 sekolah sudah beralih ke 6 hari, sedangkan sisanya 2 sekolah masih bertahan.

“Saya tahu SMA/SMK itu kewenangan Provinsi, tapi yang diajar kan warga Kabupaten Rembang. Makanya saya concern sekali dengan masalah ini. Dari 5 sekolah, masih 2 yang belum berubah. Nanti kami akan cek, mereka sudah memenuhi syarat sesuai Peraturan Presiden apa belum, “ kata Bupati.

Hafidz menambahkan sekolah boleh – boleh saja memberlakukan 5 hari masuk, tapi wajib memenuhi 3 ketentuan Peraturan Presiden. Diantaranya sarana dan sumber daya manusia sudah memadai, mendapatkan persetujuan dari tokoh agama maupun tokoh masyarakat, serta memperhatikan kearifan lokal. Nantinya akan ada tim yang datang mengecek. Apabila 1 item saja belum memenuhi, Pemerintah Kabupaten Rembang bisa protes, agar sekolah pindah ke 6 hari.

“Kita itu dapat tekanan dari masyarakat dan orang tua murid yang mempermasalahkan 5 hari masuk sekolah. Setelah semesteran, perlu dicek. Kalau dari 3 aturan Perpres belum dipenuhi sekolah, nanti kami akan masuk untuk komplain. Tapi jika ternyata sudah memenuhi, kita nggak bisa apa – apa, “ tandasnya.

Bupati menekankan Pemkab masih menunggu sampai akhir semester bagaimana progress dari 2 sekolah tersebut. Ia pribadi tetap menginginkan kembali ke 6 hari sekolah, karena lebih banyak manfaatnya. Termasuk mempertimbangkan kelancaran kegiatan agama pada sore hari. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *