Flash News
No posts found

Kerugian Negara Desa Sumber Diungkap, Tak Hanya Tahun 2017

Komisi A DPRD Rembang, berkunjung ke Balai Desa Sumber.

Komisi A DPRD Rembang, berkunjung ke Balai Desa Sumber.

Sumber – Kerugian negara dalam pengelolaan dana desa di Desa Sumber Kecamatan Sumber mencapai Rp 784 Juta lebih. Angka tersebut diperoleh setelah pihak desa berkomunikasi dengan Inspektorat Kabupaten Rembang.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumber, Gunanto, Senin siang (29/01) menjelaskan berdasarkan perhitungan Inspektorat, kerugian itu menyebar sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2017.

Rinciannya, tahun 2014 sebesar Rp 24 Juta lebih, tahun 2015 Rp 82,1 Juta, tahun 2016 Rp 86,9 Juta dan puncaknya tahun 2017 mencapai Rp 591 jutaan.

Pihaknya memang sudah lama mencium ketidakberesan dalam pengelolaan dana desa. Ia mencontohkan tahun 2014, Kepala Desa Sumber Non Aktif, Sucipto membuat pagar di depan balai desa. Namun sampai sekarang bangunan pagar belum selesai. Selama itu pula BPD memberikan kesempatan ada perbaikan pengelolaan keuangan. Begitu tidak diindahkan, akhirnya mengambil langkah tegas.

“Yang ramai di luar kan dugaan penyimpangan tahun 2017, tapi sebenarnya kondisi ini sudah muncul cukup lama. Kami tanyakan langsung ke Inspektorat, ya totalnya itu. Rata – rata dalam kegiatan fisik, salah satunya untuk pembangunan pagar di depan balai desa, “ tuturnya.

Gunanto menambahkan laporan hasil pemeriksaan sudah dikirim oleh Inspektorat kepada penyidik Polres Rembang. Pihaknya berharap ada perkembangan berarti, supaya kasus menjadi semakin jelas. Termasuk status hukum Kades Non Aktif, Sucipto yang diduga terlibat. Soal kemungkinan uang yang diselewengkan bisa kembali atau tidak, menurutnya proses hukum yang menentukan. Tentu saja masyarakat Desa Sumber ingin uang dapat dipertanggungjawabkan, karena bermanfaat untuk menjalankan roda pembangunan di desa.

“Kami berharap ada tindak lanjut, kalau sudah tahap ini, tentu kami serahkan sama penyidik. Uang itu mau kembali atau tidak, yang penting proses hukum berjalan. Kelak kalau di persidangan kan ada keputusan, bagaimana nasib uang tersebut. Penginnya sich kembali, karena untuk pembangunan fisik, program pemberdayaan masyarakat dan honor – honor, “ imbuh Gunanto.

Pihak desa Sumber sendiri sudah menanyakan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Rembang, menyangkut masalah ini. Menurut rencana dana desa dan alokasi dana desa tahun 2018 bagi desa Sumber, tetap dapat dicairkan. Penghasilan tetap perangkat desa maupun honor lembaga yang belum terbayar selama 6 bulan tahun 2017, bisa dirapel.

Sabtu pekan lalu, Komisi A DPRD Rembang juga turun ke Desa Sumber Kecamatan Sumber. Ketua Komisi A, Mohammad Asnawi menyatakan pihaknya ingin memastikan pemerintahan desa tetap berjalan, meski terjadi dugaan penyimpangan dana desa.

“Penjabat Kadesnya sudah ditunjuk, aktivitas pemerintahan sudah normal kembali. Mereka kami minta untuk fokus melayani masyarakat, biar kasus ini menjadi bahan pembelajaran kedepan, “ tegas Asnawi yang juga berasal dari Kecamatan Sumber. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *