Flash News
No posts found

Kisah Dumbeg Di Tengah “Halo Bupati”, Kejelian Shofi Membidik Momen

Bupati Rembang, Abdul Hafidz (mengenakan peci) menikmati dumbeg yang dibawa oleh pendengar radio, usai talkshow “Halo Bupati”.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz (mengenakan peci) menikmati dumbeg yang dibawa oleh pendengar radio, usai talkshow “Halo Bupati”.

Pancur – Ada cerita menarik dibalik talkshow “Halo Bupati” yang berlangsung di Radio R2B Rembang, Rabu malam (07/02). Seorang penelfon yang ikut meramaikan talkshow tersebut, mendadak datang ke studio dan memberikan kejutan puluhan dumbeg, salah satu makanan khas Rembang, terbuat dari adonan tepung beras, kelapa, gula dan dibungkus daun lontar.

Awalnya, seorang warga Desa Pohlandak Kecamatan Pancur, Shofi Ahmad Husnan telfon dalam dialog interaktif dengan Bupati, melalui nomor (0295) 691945. Ia mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang, di setiap obyek wisata ada satu tempat yang khusus menjual produk makanan khas Kabupaten Rembang. Termasuk Dumbeg Pohlandak yang terkenal memiliki rasa legit dan nikmat.

Di akhir perbincangan dengan Bupati lewat udara, Shofi berjanji akan segera meluncur ke studio Radio R2B. Ternyata benar, ia bersama isterinya datang jauh – jauh dari Desa Pohlandak, sambil membawa 50 buah dumbeg gratis. Sebagian dimakan beramai – ramai oleh para pejabat dan warga di studio, sedangkan sebagian lainnya diberikan kepada Bupati. Tanpa ragu, Bupati Rembang turut menikmati dumbeg yang dibawa Shofi.

Shofi Ahmad Husnan mengaku lega bisa mempromosikan langsung Dumbeg Pohlandak kepada sang kepala daerah. Ia berharap makanan khas Rembang lebih diperhatikan, dari sisi pembinaan, permodalan bagi UMKM hingga promosi pemasarannya.

“Jam 7 saya on air usul sama pak Bupati, bagaimana kalau di setiap obyek wisata menjual produk makanan khas Rembang, karena selama ini kelihatannya kurang tersentuh. Lha kebetulan saya juga masak dumbeg banyak, ya udah usai masuk talkshow, langsung tak anter. Biar pak Bupati bisa icip – icip, sekaligus promosi, “ kata Shofi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku senang mendapatkan tamu pendengar radio, yang membawakan jajanan dumbeg. Ia pribadi sering menyajikan dumbeg di rumah dinasnya, terutama ketika datang tamu dari luar daerah. Soal usulan ada kios atau Ruko yang menjual jajanan khas Rembang, Bupati menyetujui dan siap merealisasikan.

“Usulan pak Shofi ini sangat menarik untuk kita respon, karena wisata kan nggak sekedar menyenangkan orang. Tapi bagaimana dari wisata, potensi ekonomi jalan. Tiap kali ada kegiatan pemerintah, atau datang tamu dari luar daerah, di meja saya nggak lupa pasti ada dumbegnya. Tamu itu sering nanya, bagaimana cara buatnya, bungkusnya kok bisa muter – muter kayak gitu, “ kata Hafidz.

Selain Desa Pohlandak Kecamatan Pancur, cukup banyak desa – desa lain di Kecamatan Sulang yang mampu menghasilkan dumbeg. Oleh sejumlah pengepul, kemudian dijual secara online. Yang menjadi kendala, dumbeg hanya mampu bertahan rata – rata sampai 3 hari, sehingga untuk pemesan dari luar daerah yang cukup jauh, belum bisa dilayani. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *