Flash News
No posts found

Geliatkan Potensi Wisata, Target Mengintegrasikan Dua Desa

Kemeriahan “Kenduren Durian” di Desa Criwik Kecamatan Pancur, Sabtu (10/02).

Kemeriahan “Kenduren Durian” di Desa Criwik Kecamatan Pancur, Sabtu (10/02).

Pancur – Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan antara Desa Criwik Kecamatan Pancur dengan Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem, harus terintegrasi melalui akses jalan yang representatif. Langkah tersebut untuk menunjang sektor wisata alam dan agrowisata di pegunungan Lasem.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan masalah itu, saat membuka kegiatan “Kenduren Durian” di pusat kebun durian Desa Criwik, Sabtu pagi (10 Februari 2018).

Menurutnya, keberadaan desa wisata akan sulit berkembang, jika tidak didukung sarana infrastruktur jalan yang memadai. Ketika di kota ada jalan hotmix, maka pelosok pedesaan harus ada jalan hotmix. Pihaknya menugaskan kepada Sekretaris Daerah serta Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, agar rencana mengintegrasikan Desa Sendangcoyo dan Desa Criwik dapat terwujud. Kalau terealisasi, maka potensi durian maupun buah – buahan lainnya memberikan nilai lebih, bagi masyarakat setempat. Wisatawan yang datang pun akan menjadi lebih nyaman.

“Di Criwik terkenal duriannya, di Sendangcoyo tak hanya banyak buah, tetapi juga memiliki destinasi wisata alam. Saya sudah perintahkan sama pak Sekda, agar akses jalan benar – benar diperhatikan. Tanpa infrastruktur jalan yang layak, saya kira akan sulit menjadi desa wisata unggulan, “ kata Bupati.

Abdul Hafidz menceritakan saat ia bersama rombongan pejabat akan menuju Desa Criwik, dilewatkan jalan yang rusak, mulai Desa Warugunung sampai masuk Desa Criwik. Padahal kalau melalui jalur Desa Wuwur, kondisinya mulus. Ia menilai tidak masalah, supaya mengetahui ruas jalan antar desa yang rusak di mana saja. Khusus jalan yang rusak tersebut, sudah dianggarkan dan akan diperbaiki tahun ini.

“Wah panitiane ndakik, saya dilewatkan jalan yang rusak. Tapi nggak apa – apa, kami konsisten untuk menangani yang kayak gitu. Saya juga nggak mau hanya dapat laporan yang baik – baik, buat apa. Di daerah Suntri Gunem – Bitingan Sale, jalannya sudah mulus kayak pipine Syahrini. Di sini juga harus bisa mulus, “ tandasnya.

Sementara itu, kegiatan “Kenduren Durian” berlangsung meriah. Diawali dengan pawai gunungan durian, berakhir di depan pintu masuk kawasan Agrowisata. Setelah itu ditutup makan durian gratis, oleh tamu undangan beserta anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Ketua Panitia “Kenduren Durian”, Aris Munandar menyatakan event ini terselenggara berkat dukungan masyarakat Desa Criwik. Tiap rumah menyumbang 2 buah durian, untuk disedekahkan. Harapannya, kedepan bisa menuai berkah dan Durian Criwik akan semakin dikenal masyarakat.

“Selain mengundang anak yatim dan kaum dhuafa, pengunjung kita persilahkan menyusuri jalan agrowisata. Nunggu durian jatuh. Di sini sudah menjadi ciri khas, durian baru dijual, kalau sudah jatuh dari pohon, “ ungkapnya.

Seorang pengunjung asal Yogyakarta, Fransisca mengaku senang bisa ikut ambil bagian dalam ajang tersebut. Ia bisa mencicipi durian gratis, sekaligus mengikuti makan durian sepuasnya, cukup membayar Rp 50 Ribu. Jauh yang lebih asyik, menurutnya alam perbukitan di Desa Criwik masih alami, membuatnya ingin berlama – lama duduk santai di sekitar Agrowisata durian.

“Udara sejuk, tempatnya nyaman mas. Ada gardu pandang pula, tadi kita makan durian di situ, sambil foto selfie. Sensasinya nggak kita temukan di tempat lain, “ ujarnya sambil tertawa lepas. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *