Flash News
No posts found

Ditanya Soal Politik Jelang Pemilu, Pemuda Pancasila Uraikan Sikap Organisasi

Pengurus Pemuda Pancasila Kabupaten Rembang, foto bareng dengan sejumlah pengurus Jawa Tengah, Minggu (11/02).

Pengurus Pemuda Pancasila Kabupaten Rembang, foto bareng dengan sejumlah pengurus Jawa Tengah, Minggu (11/02).

Rembang – Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Rembang tidak akan terjun ke politik praktis, menjelang berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2018 dan Pemilu Legislatif 2019.

Hal itu ditegaskan Maulana Sofwan Waidi, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Rembang periode 2018 – 2022 yang baru saja terpilih secara aklamasi, dalam forum Musyawarah Cabang Pemuda Pancasila di pendopo Museum Kartini Rembang, Minggu siang (11 Februari 2018). Maulana terpilih, setelah kandidat lain, Samsul Hadi dari Pamotan mengundurkan diri.

Maulana yang sehari – hari bekerja sebagai pegawai di Sekretariat KPU Kabupaten Rembang tersebut menyatakan Pemuda Pancasila diisi dari berbagai kalangan. Beda agama, beda suku, beda partai politik, tidak masalah. Semua latar belakang profesi bisa masuk, termasuk aparatur sipil negara. Ia mempersilahkan kepada anggotanya untuk memilih sesuai aspirasi dalam pesta demokrasi. Tapi jangan membawa – bawa nama organisasi.

“Kan banyak juga anggota Pemuda Pancasila dari partai politik berbeda, monggo pilih sesuai keinginan. Kita sukseskan bareng – bareng Pilkada dan Pemilu Legislatif. Secara individu silahkan, bukan Pemuda Pancasila yang merapat ke salah satu partai atau kelompok tertentu. Intinya Pemuda Pancasila tetap Pemuda Pancasila, “ tandasnya.

Pria berusia 27 tahun warga Dusun Gayam Desa Sumberejo Kecamatan Pamotan ini menimpali setelah terpilih, pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi internal. Pasalnya, kegiatan Pemuda Pancasila di Kabupaten Rembang sudah lama vakum.

“Periode kemarin kan vakum, anggota banyak yang nggak aktif. Kita ingin datangi pengurus di tingkat kecamatan. Lihat saja, persiapan Muscab hanya seminggu, nyatanya kita mampu mendatangkan massa segini banyak. Kami ingin bisa terbentuk ranting di desa – desa, biar kita kembali satu, “ imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo meminta pengurus baru untuk bangkit menggelorakan kembali arti penting Pancasila bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi belakangan ini muncul pihak – pihak yang ingin merongrong Pancasila. Bambang mendorong nantinya kader Pemuda Pancasila dapat semakin menyebar hingga ke tingkat RT.

“Pengurus di Kabupaten Rembang ini ibaratnya tidur, kita bangunkan lagi. Harapan kami, mas Maulana membesarkan Pemuda Pancasila ke tingkat basis di bawah, per RT bisa punya 10 – 15 orang. Kuncinya banyak yang ingin merongorong Pancasila, kita siap jadi garda terdepan. Saya yakin kader di Rembang akan mampu membumikan Pancasila, biar tetap abadi di negara Indonesia, “ tegas Bambang.

Minggu siang, pengurus baru Pemuda Pancasila Kabupaten Rembang resmi dilantik, dengan disaksikan ratusan kader. Tampak hadir pula Ketua Pemuda Pancasila yang lama, Gatot Paeran, sekaligus anggota DPRD Rembang dari Partai Golkar.

Dalam susunan kepengurusan baru, Bupati Rembang, Abdul Hafidz didaulat menduduki Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *