Flash News
No posts found

“Kami Sangat Butuh, Mohon Dipermudah…”

Seorang petani di Kecamatan Kragan mengangkut pupuk, menuju lahan persawahan.

Seorang petani di Kecamatan Kragan mengangkut pupuk, menuju lahan persawahan.

Sumber – Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi bermunculan di kalangan petani Kabupaten Rembang.

Seorang petani di Desa Kedungasem Kecamatan Sumber, Lamijan mengatakan dirinya sudah mempunyai Kartu Tani, sebagai syarat membeli pupuk bersubsidi. Hal itu menyusul aturan baru, mulai tanggal 01 Januari 2018, pembelian pupuk bersubsidi wajib menggunakan Kartu Tani.

Meski ia hanya membutuhkan 2 sak pupuk Urea, namun tergolong susah mendapatkan. Lamijan berharap petani jangan dipersulit, tapi mestinya dipermudah. Apalagi kalau sudah memasuki masa pemupukan tanaman, tentu tidak bisa ditunda terlalu lama.

“Untuk pembelian pupuk bersubsidi kok sulit banget ya, jatah 2 sak ya dikurangi. Apa sawah dibiarkan atau cari pupuk di luar daerah. Tetangga saya beli pukuk juga di luar daerah. Saya sudah punya kartu tani, ya tetep kesulitan, “ keluhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui sistem gesek dengan Kartu Tani merupakan cara baru yang diberlakukan pemerintah. Tujuannya, untuk mengurangi penyimpangan pupuk bersubsidi.

Jatah pupuk yang diterima petani, berdasarkan luas lahan masing – masing. Karena masih sistem baru, menurutnya butuh waktu penyesuaian. Namun Hafidz menegaskan bagi petani yang belum mengantongi Kartu Tani, tetap berhak memperoleh jatah pupuk bersubsidi. Asalkan masuk sebagai anggota kelompok tani dan pengajuannya tercatat dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Ternyata setelah kita klarifikasi, memang kebijakan ini masih baru, dengan pendekatan luas lahan. Jumlahnya nggak kayak dulu asal usul, tapi sesuai luas lahan. Saya kira di mana – manapun sama, nggak bisa orang luar beli di tempat lain, tanpa terikat aturan. Saya paham kok masalah ini, muda – mudahan bisa teratasi secepatnya, “ kata Hafidz.

Bupati menyarankan kalau masih saja kesulitan pupuk bersubsidi, petani bisa segera melapor ke kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan. Pegawai BPP sudah diperintahkan untuk membantu memfasilitasi para petani.

Sebelumnya, kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Rembang tahun 2018 mencapai 78.430 ton. Rinciannya, pupuk Urea 30.600 Ton, NPK 17.500 Ton, ZA 12.500 Ton, 12.500 Ton pupuk organik dan pupuk SP 36 5.330 Ton. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *