Flash News
No posts found

Terdampak Jembatan Putus, Begini Usulan Warga Karangsekar

Para wanita yang terdampak jembatan putus, aktivitasnya menjadi terganggu. (gambar atas) Jembatan sebelah barat Desa Karangsekar runtuh dan tidak bisa dilewati semua jenis kendaraan.

Para wanita yang terdampak jembatan putus, aktivitasnya menjadi terganggu. (gambar atas) Jembatan sebelah barat Desa Karangsekar runtuh dan tidak bisa dilewati semua jenis kendaraan.

Kaliori – Runtuhnya jembatan di sebelah barat Desa Karangsekar Kecamatan Kaliori, membuat warga resah. Pasalnya, berdampak terhadap aktivitas mereka sehari – hari.

Paniyem, seorang warga Desa Karangsekar menjelaskan hampir setiap hari menggunakan akses jalur penghubung antara kampungnya dengan Desa Purworejo tersebut. Selain untuk keperluan pergi ke sawah, terkadang juga untuk mempercepat jarak, ketika akan bekerja di pabrik pengolahan ikan. Hanya saja setelah jembatan putus, dirinya harus melalui jalan tikus, mencari – cari lewat pematang sawah dan pinggiran sungai.

Paniyem berharap di dekat jembatan yang ambrol total itu, dibuatkan jalur darurat, agar tetap bisa dilalui sepeda onthel maupun sepeda motor. Meski bersifat penanganan darurat, namun akan sangat membantu masyarakat.

“Mau ke sawah, mau ke pabrik lewate nggeh mriku mas. Setelah putus, ya nanti nebal – nebal nyari jalur di galengan sawah. Cuman kan hanya bisa jalan kaki. Lha kita penginnya dibuatkan jalur sementara, terbuat dari sasak bambu, biar kendaraan roda 2 bisa lewat. Kalau jalan memutar lewat Dusun Karangudi, jauh soalnya, “ ungkap Paniyem.

Warga Desa Karangsekar lainnya, Luqman menganggap keberadaan jembatan darurat diperlukan, supaya pengguna jalan tidak memutar terlalu jauh. Ia memperkirakan penanganan permanen dari pemerintah pasti butuh waktu lama.

“Saya lewat situ kalau pas mau nyari rumput. Tapi kalau warga lainnya kan sering, sehari bisa sampai 2 atau 3 kali. Lha kalau putus kayak gitu, tentu susah. Mohon dibuatkan akses sementara, dasaran pakai glugu kelapa, lalu dikasih bambu atau karung berisi pasir, “ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangsekar, Jasmani menuturkan secara lisan kejadian ambruknya jembatan, sudah dilaporkan kepada pihak kecamatan. Nanti secara resmi akan disampaikan lagi, ketika forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Ia menilai posisi sungai cukup lebar, tetapi jembatannya sempit. Kelak kalau dibangun permanen, menurutnya ukuran jembatan perlu ditambah.

“Coba lihat lokasi yang ambruk tersebut, kondisi sungainya kan lebar, tapi jembatannya pendek dan sempit. Muda – mudahan kalau diperbaiki, nanti dapat ditingkatkan ukurannya, biar lebih kuat, terutama saat debet sungai besar, “ kata Jasmani.

Menyangkut usulan jembatan darurat, pihak desa sempat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kelompok relawan. Kepastiannya seperti apa, menunggu informasi lebih lanjut. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *