Flash News
No posts found

Penipuan Berkedok Penerimaan CPNS Dibongkar, Tersangka Ibu Rumah Tangga

Tersangka pelaku diperiksa penyidik Polres Rembang. (gambar atas) Bukti foto saat penyerahan uang kepada tersangka NS.

Tersangka pelaku diperiksa penyidik Polres Rembang. (gambar atas) Bukti foto saat penyerahan uang kepada tersangka NS.

Kaliori – Seorang wanita ibu rumah tangga warga Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori, berinisial NS (29 tahun) ditahan Polres Rembang, karena diduga terlibat dalam kasus penipuan bermodus penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Tersangka telah menipu sejumlah warga, salah satunya dari Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem. NS berdalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai negeri di Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UMKM. Warga yang tertarik, menyetorkan uang. Kali pertama terjadi bulan Mei 2015 lalu, uang yang diserahkan konon untuk biaya administrasi Rp 10 Juta, kemudian meningkat hingga Rp 75 Juta.

Totalnya mencapai Rp 105 Juta. Karena lama ditunggu – tunggu, warga yang dijanjikan belum bisa bekerja sebagai pegawai negeri dan uang setoran ditagih tak kunjung dikembalikan, akhirnya warga melaporkan tindakan NS kepada aparat kepolisian.

NS selanjutnya diamankan aparat kepolisian, hari Senin (12 Februari 2018) resmi ditahan. Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa membenarkan penahanan NS.

“Ya benar yang bersangkutan sudah menjadi tersangka. Kita tahan dengan sangkaan pasal penipuan dan penggelapan. Kalau sekiranya ada korban lain, silahkan melapor, “ jelas Kapolres.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkab Rembang, Kukuh Purwasana mengimbau masyarakat lebih waspada, apabila ada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan seseorang menjadi pegawai negeri. Aksi semacam itu tergolong cukup marak. Maka sebagai pedoman, warga mestinya mengikuti informasi resmi dari Pemkab Rembang.

“Supaya warga nggak keliru, bisa mengikuti info resmi dari Pemkab Rembang, lewat BKD atau media – media mitra pemerintah yang kredibel. Kalaupun masyarakat didatangi pihak – pihak tertentu, mengatasnamakan kelompok tertentu, jangan cepat percaya. Soalnya sekarang ini banyak sekali, jadi warga harus lebih waspada, “ ujarnya.

Kukuh Purwasana juga mengingatkan warga yang ditawari, jangan buru – buru mengeluarkan uang. Lebih baik konfirmasi dulu dengan Badan Kepegawaian Daerah, menyangkut kebenaran penerimaan CPNS. Mengingat rekrutmen pegawai negeri hingga pengangkatan, melewati proses cukup panjang.

“Saya kira lebih bijak ke BKD dulu, itu kan instansi yang ditugasi khusus soal masalah kepegawaian. Jangan mudah keluar uang terhadap janji – janji yang belum pasti. Segala sesuatu kan ada mekanismenya, apalagi seleksi CPNS. Mulai pendaftaran, seleksi, pengumuman, ada pula prajabatan. Masyarakat jangan mudah terbujuk, intinya gitu, “ imbuh Kukuh.

Sebelum kasus ini, beberapa tersangka penipuan dengan modus penerimaan CPNS juga sudah lebih dulu ditahan Polres Rembang, bahkan telah divonis Majelis Hakim. Sejak tahun 2010 sampai tahun 2018, di jajaran Pemkab Rembang sendiri belum ada penerimaan calon pegawai negeri sipil dari jalur umum. Pasalnya, pemerintah pusat belum mencabut kebijakan moratorium atau penghentian sementara penerimaan CPNS. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *