Flash News
No posts found

Potensial, 2 Destinasi Seakan Terlupakan

Kawasan wana wisata Sumber Semen Sale. (rembangfokus).

Kawasan wana wisata Sumber Semen Sale. (rembangfokus).

Sale – Pemerintah Kabupaten Rembang dianggap masih belum mengoptimalkan sejumlah destinasi wisata, padahal memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Ahmad Rouf, seorang warga di Kecamatan Sale mencontohkan keberadaan Sumber Semen di Desa Tahunan Kecamatan Sale dan Embung Lodan di Kecamatan Sarang.

Menurutnya, Sumber Semen Sale sudah lebih dulu terkenal menjadi obyek wisata andalan pada masanya kala itu, jauh sebelum obyek wisata yang sekarang bermunculan. Ia mempertanyakan kenapa Pemerintah Kabupaten Rembang tidak menggerakkan atau menambah sarana di tempat tersebut. Kalau potensi hutan dan air ditata serius, baginya akan menjelma sebagai obyek wisata yang layak dikunjungi, sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar.

Tak hanya Sumber Semen, lokasi lain seperti Embung Lodan juga tidak digarap. Ia merasa cemburu, kalau melihat Waduk Tempuran di Kabupaten Blora yang ramai dikunjungi wisatawan. Padahal ia menganggap Embung Lodan lebih indah, dibandingkan Tempuran. Rouf berharap ada upaya menjadikan Embung Lodan pusat wisata air, tinggal melengkapi warung makan dan wahana permainan yang representatif. Ketika sudah muncul embrionya, kedepan diharapkan mampu berkembang.

“Ada 2 yang belum tersentuh, Sumber Semen Sale dan Embung Lodan. Butuh polesan – polesan agar tempat ini terangkat. Apa yang kalah dari Embung Lodan, ketimbang Waduk Tempuran. Di sana pemandangan alamnya lebih indah. Kalau Pemkab mau hadir, saya kira akan menjadi unggulan, terutama di wilayah Rembang timur. Tujuan akhirnya kan demi menggerakkan ekonomi masyarakat to, “ kata Rouf.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyatakan belum lama ini pihaknya bersama perwakilan Desa Tahunan dan Kecamatan Sale diundang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, guna membahas masa depan kawasan Sumber Semen Sale. Menurutnya, sudah muncul greget untuk membangkitkan kembali. Tentu perlu kerja sama banyak pihak, antara desa, kecamatan, Pemkab dan Perhutani. Ia membenarkan potensi kolam renang dan wisata alamnya yang akan ditonjolkan.

“Perhutani sudah melakukan pendataan aset di situ, bahkan BKSDA sendiri juga memperhatikan. Nanti Pemkab yang akan turut membantu infrastrukturnya, seperti area parkir kendaraan sama kios – kios pedagang. Muda – mudahan tidak butuh waktu terlalu lama, Sumber Semen bisa lebih baik dan menggeliat lagi, “ ujarnya.

Menyangkut Embung Lodan Sarang, Dwi membenarkan memang belum digarap. Pemkab Rembang saat ini masih berupaya menata obyek wisata bahari dan Kota Pusaka Lasem. Kalau nanti terlalu banyak yang ditangani, khawatirnya menjadi tidak fokus. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *