Flash News
No posts found

Gelontorkan Rp 600 Juta, Untuk Sarana Air Bersih

Peletakan batu pertama pembangunan sarana air bersih di Dusun Jatimalang Desa Kajar Kecamatan Gunem, Selasa (13/02).

Peletakan batu pertama pembangunan sarana air bersih di Dusun Jatimalang Desa Kajar Kecamatan Gunem, Selasa (13/02).

Gunem – Semen Indonesia melalui anak usahanya PT. Semen Gresik membangun fasilitas sarana air bersih untuk masyarakat yang berada di 3 desa sekitar pabrik Rembang yakni Desa Kajar, Timbrangan  di Kecamatan Gunem dan Ngampel, Blora.

Pembangunan infrastruktur air bersih ditandai peletakan batu pertama, Selasa siang (13 Februari 2018) oleh Direktur Utama Semen Gresik, Mukhamad Saifudin dan Bupati Rembang, Abdul Hafidz Di Dusun Jatimalang Desa Kajar Kecamatan Gunem.

Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengatakan bantuan fasilitas sarana air bersih yang diberikan perusahaan kepada 3 desa tersebut berupa fasilias pompa, jalur pipa dan tandon air. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 600 an juta.

Menurut Mukhamad Saifudin, pembangunan sarana air bersih dikerjakan mulai hari Selasa dan ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari kedepan. Air berasal dari sumber air yang sudah ada di desa Kajar, sedangkan untuk Desa Timbrangan berasal dari sumur bor warga.

“Melalui bantuan infrastruktur sarana air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya untuk penyediaan pelayanan dasar masyarakat tentang air bersih, peningkatan kualitas kesehatan, dan mengembangkan sanitasi lingkungan, “ ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan angka kemiskinan di daerahnya cukup tinggi. Setelah muncul perusahaan, ia berharap dapat menggerakkan potensi ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

“Upaya pemberian bantuan sarana air bersih, sebagai bentuk perusahaan peduli. Muda – mudahan tidak hanya dalam bentuk ini saja. Nantinya bisa diwujudkan kegiatan lain, termasuk dalam perekrutan tenaga kerja bagi warga sekitar pabrik, “ kata Hafidz.

Setelah peletakan batu pertama sarana air bersih, untuk pengelolaan kedepan akan diserahkan kepada masyarakat, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (WH – MJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *