Flash News
No posts found

Menteri Susi Ke Rembang, Temukan Data Mencengangkan Soal Bobot Kapal

Cek fisik kapal cantrang di Rembang. (gambar atas) Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berdialog dengan pemilik kapal cantrang, saat pendaftaran.

Cek fisik kapal cantrang di Rembang. (gambar atas) Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berdialog dengan pemilik kapal cantrang, saat pendaftaran.

Rembang – Nelayan cantrang di Kabupaten Rembang mengeluhkan minimnya permodalan untuk mengganti alat tangkap lain, saat Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti datang ke Pelabuhan Tasikagung, Rembang, Selasa pagi (13 Februari 2018).

Gimari, seorang pemilik kapal cantrang warga Kelurahan Pacar, Rembang saat berdialog dengan Menteri Susi mengatakan tidak punya uang yang cukup, untuk mengganti alat tangkap baru. Pasalnya, butuh biaya hingga Rp 3 Miliar. Sementara kalau mengajukan bantuan ke kementerian maupun pinjaman perbankan, plafon maksimal tidak sampai sebesar itu. Makanya sekarang banyak pemilik kapal cantrang kebingungan.

“Niatan untuk ganti alat tangkap ada, tapi kan besok – besok. Ini baru mau didata dulu. Kita itu sudah menghitung, antara nilai pinjaman sama pengeluaran. Makanya temen – temen masih bingung. Lha besok kalau mau melaut sampai Papua, resikonya besar. Plus minus masih dipertimbangkan, “ ujar Gimari.

Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyatakan pihaknya mempersilahkan kapal beserta anak buah kapal (ABK) diasuransikan. Setelah itu, baru mengajukan pinjaman. Kalau sewaktu – waktu terjadi kecelakaan di tengah laut, bisa ditanggung asuransi.

Untuk menuju kesana, kementerian memverifikasi kapal cantrang. Hasilnya mencengangkan, karena semua kapal melenceng dari bobot aslinya. Pada surat tercantum kurang dari 30 gross ton (GT), tapi kenyatannya melebihi 30 gross ton. Praktis, selama ini kapal menggunakan bahan bakar minyak bersubsidi. Dengan di atas bobot 30 GT, kedepan wajib memakai BBM non subsidi.

Menurutnya, pemerintah sudah baik, tidak mempidanakan pemilik kapal. Saat ini pemutihan dulu, setelah bobot kapal dan semua berkas kelengkapan beres, izinnya baru diproses.

“Kapal bisa diagunkan, nanti PT. Jasindo yang menangani asuransinya. Semisal nilai kapal Rp 1 Miliar, hutangnya Rp 700 Juta. Jadi kalau kecelakaan, bank dapat ganti dari asuransi. Ya amit – amit, kita nggak berharap ada kecelakaan. Kedua, mereka harus serius ganti alat tangkap. Jadi kita baru bisa bantu. Soal bunga khusus ke bank, pemilik kapal cantrang itu bukan kategori UMKM lho. Omsetnya per tahun 6 Miliar, kalau UMKM Rp 4,5 Miliar ke bawah, “ kata Susi.

Susi menegaskan kepada para nelayan untuk tetap meninggalkan jaring cantrang. Ia beralasan banyak ikan hasil tangkapan yang rusak dibuang lagi, karena nelayan biasanya memilih ikan kualitas bagus. Jumlah yang dibuang sangat banyak, rata – rata per kapal 1 – 5 Kwintal. Dampaknya mengganggu perkembangan populasi ikan kedepan, sehingga nelayan kecil turut merasakan imbasnya.

“Bayangin kalau Rembang ada 200 an kapal, 1 kapal membuang ikan rucah di tengah laut misalnya sampai 200 Kg, sudah 40 ton sehari. Apa nggak sayang, karena yang diambil kan yang bernilai. Kalau seribu kapal kali 0,5 ton sudah 500 ton, serem. Ikan – ikan itu kan bisa besar dan nelayan – nelayan kecil bisa nangkep lebih bagus lagi, “ imbuhnya.

Kunjungan Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dipusatkan di Kantor Pelabuhan Perikanan Pantai. Di tempat itu, kementerian membuka gerai pelayanan bagi pemilik kapal cantrang. Mulai pendaftaran, pemeriksaan berkas kapal, wawancara, layanan permodalan, termasuk gerai yang melayani penjualan piranti Vessel Monitoring System (VMS). VMS wajib dipasang di kapal, supaya posisi kapal selalu terpantau.

Sementara di dermaga Pelabuhan Tasikagung, petugas verifikasi dari Kementerian Kelautan Dan Perikanan mencocokkan data spesifikasi kapal yang sudah diukur ulang oleh Perhubungan Laut. Pemeriksaan meliputi panjang, lebar, dalam kapal serta nomor mesin.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Dan Perikanan, Syarif Widjaja menyatakan sampai Selasa sore membuka pelayanan di Tasikagung, tampak data awal 262 kapal cantrang, yang mendaftar 227 kapal dari 131 orang pemilik. Yang sudah diwawancara 117 pemilik, cek fisik kapal 79 kapal. Khusus yang memenuhi syarat dan siap membayar pendapatan negara bukan pajak (PNBP), baru 13 kapal.

“Pelayanan akan kami lakukan secara berkelanjutan, kemungkinan Rabu dan Kamis besok bisa clear. Bayar nggak butuh waktu lama, pasang VMS 3 jam an. Untuk kapal yang masih belum daftar, kami tetap terbuka di lain hari,  “ pungkasnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *