Flash News
No posts found

Tandon Air Maut, 1 Tewas 1 Kritis

Korban Heru Kusmanto masih menjalani perawatan di rumah sakit. (gambar atas) Polisi menggelar olah TKP di tandon air, dalam rumah Supari.

Korban Heru Kusmanto masih menjalani perawatan di rumah sakit. (gambar atas) Polisi menggelar olah TKP di tandon air, dalam rumah Supari.

Kaliori – Seorang warga tewas dan 1 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit, saat akan masuk ke dalam tandon air. Diduga korban menghirup gas beracun.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di Dusun Cendono Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori, Selasa (13 Februari 2018) sekira pukul 08.00 WIB. Korban tewas yakni Khoirul Warisman (45 tahun), sedangkan yang dilarikan ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, Heru Kusmanto (30 tahun). Keduanya sama – sama warga Dusun Cendono Desa Sambiyan Kecamatan Kaliori.

Menurut keterangan sejumlah saksi di sekitar TKP, awalnya seorang warga Dusun Cendono Desa Sambiyan, Supari selesai membangun tandon air di dalam rumah bagian belakang, sekira 10 hari lalu. Tandon berukuran 2,8 x 2,4 Meter, dengan kedalaman 2,2 Meter. Di dalam tandon air terdapat kayu – kayu tiang penyangga cor beton. Supari meminta bantuan kepada tukang, Khoirul Warisman untuk mencopoti kayu dan papan, supaya bersih.

Begitu Khoirul Warisman akan masuk melalui lubang, disinyalir menghirup gas beracun, seketika langsung terjatuh masuk ke dalam tandon. Saksi yang mengetahui peristiwa itu berteriak meminta tolong. Datanglah Heru Kusmanto, bermaksud menolong Warisman. Kusmanto juga ikut lemas di dalam tandon. Tak berselang lama, tiba Jumadi, tukang lainnya warga Desa Megulung Kecamatan Sumber, dibantu warga lainnya berinisiatif membuat lubang di salah satu sisi tandon, untuk mengurangi kandungan gas beracun.

Setelah itu dua korban baru berhasil diangkat keluar. Khoirul Warisman sudah meninggal dunia, sedangkan Heru Kusmanto diselamatkan menuju rumah sakit. Heru sempat kritis, tak sadarkan diri.

Kepala Unit Reskrim Polsek Kaliori, Aiptu Mochammad Anshori menjelaskan setelah menerima laporan pihaknya bergegas ke Dusun Cendono, guna menggelar olah TKP dan meminta keterangan saksi.

“Jadi memang proses kejadiannya cepat. Heru Kusmanto langsung masuk, setelah tahu Warisman tergeletak. Jadi keduanya nggak menyadari di dalam tandon terselip bahaya, “ ujarnya.

Anshori menambahkan ketika sebuah ruangan tertutup rapat dalam jangka waktu lama, rawan menimbulkan gas beracun. Sama halnya seperti palka kapal untuk penyimpanan ikan. Maka warga yang akan melakukan aktivitas di ruangan semacam itu, sebelumnya harus berhati – hati. Yang penting jangan asal masuk ruangan, namun tutup dibuka dulu 1 – 2 jam, untuk melancarkan sirkulasi udara.

“Proses evakuasi tadi dipastikan oksigen bisa masuk dulu ke dalam tandon. Korban yang meninggal dunia sudah kami cek, tidak ada tanda – tanda kekerasan, “ ungkap Anshori.

Sementara itu, jenazah Khoirul Warisman dimakamkan di pemakaman Desa Sambiyan, Selasa siang. Keluarga almarhum merasa terpukul, karena tidak mengira, Khoirul Warisman ketika pagi hari pamit bekerja masih segar bugar, akan berpulang untuk selamanya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *