Flash News
No posts found

Kontribusi Wisata Untuk Daerah Masih Lemah, Target Meleset

Seorang wisatawan asyik menikmati suasana di pinggir Pantai Karangjahe Beach.

Seorang wisatawan asyik menikmati suasana di pinggir Pantai Karangjahe Beach.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang belum mampu mengoptimalkan keberadaan Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang Kota untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui untuk kontribusi terhadap daerah, pengelola Pantai Karangjahe sementara ini baru sebatas menyetorkan pajak parkir tempat khusus, yang besarannya sekira Rp 1 Juta setiap bulan. Namun pihaknya tak ingin menekan pengelola Pantai Karangjahe, meski pemerintah sudah membantu pemasangan gasebo dan menata akses jalan masuk dengan biaya Miliaran rupiah. Yang penting bagaimana obyek wisata tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan sektor ekonomi kreatif.

Ia menegaskan kawasan Karangjahe yang semula aset desa, sekarang diserahkan menjadi aset kabupaten. Soal kedepan Pantai Karangjahe dapat memberikan pemasukan lebih bagi daerah, menurut Hafidz perlu didukung regulasi aturan.

“Jalan yang kita lebarkan dan dihotmix itu sekarang menjadi aset kabupaten lho mas, karena desa sudah menyerahkan kepada kami. Pemkab nggak mau memandang mereka baru setor Rp 1 Juta per bulan, tapi dampak ikutannya sudah dirasakan warga. Orang bisa jualan, bisa menyewakan alat – alat permainan, jadi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat tumbuh, ” jelasnya.

Lebih lanjut Abdul Hafidz membeberkan pendapatan dari sektor pariwisata selama tahun 2017, yang ditargetkan Rp 1 Miliar, hanya sanggup terkumpul sekira Rp 368 Juta. Hal itu karena pengelola Taman Kartini tidak sanggup menyetorkan dana,  sesuai kontrak kerja sama.  Tahun 2018 ini, target pariwisata dinaikkan menjadi Rp 1 Milyar 32 Juta. Kalau Taman Kartini lekas mendapatkan investor, diharapkan pihaknya bisa mengejar pendapatan daerah.

“Semoga apa yang kami canangkan berhasil sesuai rencana. Andalannya baru Taman Kartini sama Museum Kartini. CV lama pengelola  Taman Kartini sudah nggak sanggup, jadi Pemkab berharap cepat dapat gantinya. Kalau ada investor yang menangani, kemungkinan target Rp 1 M lebih bisa tercapai, ” terang Hafidz,” tandasnya.

Pecinta hobi travelling di Rembang,  Nila menganggap potensi wisata bahari sangat memungkinkan dikembangkan. Ia menyarankan Pemerintah Kabupaten inisiatif bekerja sama dengan salah satu desa di pinggiran pantai, guna membuat wisata pantai yang lebih representatif. Dari sisi jalan, penataan lingkungan, kios pedagang maupun kelengkapan wahana permainan. Tujuannya, obyek dikelola bersama dengan pembagian yang layak, sehingga pendapatan daerah lebih cepat terdongkrak. Kalau hanya mengandalkan sistem yang berjalan sekarang, keinginan wisata menjadi garda terdepan kemajuan daerah, akan lamban terwujud.

“Warga Kabupaten Rembang juga berhak atas anggaran APBD yang digelontorkan untuk penataan sejumlah obyek wisata. Tapi nyatanya mereka enggan menyetorkan ke pendapatan daerah dan kesannya desa ingin bergerak sendiri. Ya sudah, kenapa daerah nggak kerja sama dengan desa yang kooperatif. Lokasi dibikin yang lebih bagus, toh nanti pengunjung lama kelamaan juga akan beralih ke sana, ” usulnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *