Flash News
No posts found

Imbasnya Semakin Terasa, Berharap KLHS Lanjutan Cepat Diputuskan

General Manager Produksi PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Gatot Mardiyana.

General Manager Produksi PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Gatot Mardiyana.

Rembang – Pabrik semen milik PT. Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, sampai hari Kamis (22 Februari 2018) belum mampu beroperasi maksimal, karena belum bisa menambang di lahan sendiri.

Gatot Mardiyana, General Manager Produksi PT. Semen Gresik Pabrik Rembang menjelaskan kondisi itu disebabkan kebijakan pemerintah pusat, sampai sekarang belum mengumumkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap ke II. Ia berharap hasil KLHS lanjutan tersebut dapat membolehkan penambangan di lahan perbukitan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem dan sekitarnya, seluas 293 Hektar. Selama produksi semen, bahan baku paling banyak adalah batu kapur, mencapai hampir 80 %.

Sambil menunggu KLHS turun, pabrik semen berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini terpaksa harus membeli batu kapur dari tambang rakyat yang beroperasi di sekitar pabrik. Sayangnya, dari kebutuhan 14 ribu ton per hari, hanya mampu disuplai maksimal 8 ribu ton. Untuk pembuatan semen, kapasitas produksi per hari sekira 6 ribu ton.

“Bahan baku terbesar kan batu kapur, di dalam operasional yang kita lakukan saat ini, kami belum bisa menambang sendiri. Tentunya penambang di sekitar kita yang batu kapurnya kita beli, punya keterbatasan. Produksi kita seadanya, sesuai bahan baku yang ada. Prinsipnya kalau KLHS ini diumumkan, semakin cepat semakin baik, “ kata Gatot.

Gatot mengakui kondisi tersebut memukul perusahaan. Pasalnya kalau bisa menambang di lahan sendiri, target bahan baku dapat dipenuhi sesuai kebutuhan. Selain itu, batu kapur yang diolah terjamin kualitasnya. Dengan membeli batu kapur kepada pihak lain, resikonya lebih besar.

“Kita itu sudah sangat terpukul betul dengan biaya produksi ini. Yang jelas cukup tertekan lah. Kalau bisa nambang sendiri, kemampuan pasokan ke pabrik lebih terjamin. Kedua, pengendalian kualitas. Kalau nambang sendiri kan lebih mudah. Meski demikian dengan segala keterbatasan, kita tetap produksi, “ imbuhnya.

Saat disinggung apakah kendala itu membuat harga semen di pasaran ikut naik, Gatot belum bisa memperinci, karena soal harga adalah kewenangan bagian pemasaran. Tapi yang jelas mereka tetap memperhitungkan harga dari kompetitor produk semen lainnya. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Tempat bikin kaos murah jogja

    Permasalahan ini semoga bisa segera diselesaikan gubernur ganjar pabrik kaos oblong jogja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *