Flash News
No posts found

Dana CSR Langsung Masuk APBDes, Ini Alasan Desa Timbrangan Tidak Kebagian

Manajer CSR PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Abdul Manan.

Manajer CSR PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Abdul Manan.

Rembang – PT. Semen Gresik Pabrik Rembang mulai tahun 2018 ini memberikan dana sosial CSR (corporate social responsibility) khusus kepada desa – desa di kawasan ring 1 pabrik. Dana CSR langsung masuk ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Tercatat ada 5 desa yang memperoleh anggaran tersebut, meliputi Desa Tegaldowo, Pasucen, Kajar di Kecamatan Gunem, kemudian Desa Kadiwono Kecamatan Bulu dan Desa Ngampel, ikut wilayah Kabupaten Blora. Sedangkan Desa Timbrangan Kecamatan Gunem yang sebenarnya masuk kawasan ring 1, tidak memperoleh dana. Disinyalir karena sikap penolakan sebagian warga dan Kepala Desa Timbrangan yang sejak awal menolak keberadaan pabrik semen.

Manajer CSR PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Abdul Manan mengatakan bantuan kepada masyarakat Desa Timbrangan akan diwujudkan dalam bentuk lain. Bukan berarti mereka ditinggalkan. Sedangkan kenapa Desa Ngampel Kabupaten Blora juga ikut memperoleh dana tersebut, ia beralasan posisinya paling dekat dengan pabrik, yang hanya berjarak sekira 500 an Meter.

“Memang yang namanya pemberian dana CSR biasanya menyesuaikan wilayah administratif. Tapi kami punya kebijakan lain, mengingat jarak pabrik sama Desa Ngampel itu paling deket, dibandingkan desa – desa lain. Gak pantes kalau Ngampel nggak diikutkan, “ tuturnya.

Abdul Manan memperinci, rata – rata desa yang CSR nya langsung masuk ke APBDes, berhak mendapatkan Rp 250 Juta. Tapi khusus bagi Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem diberi Rp 500 Juta, karena jumlah penduduk lebih besar. Anggaran tersebut sudah diputuskan penggunaannya, yakni 70 % untuk sarana pra sarana dan 30 % untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Artinya, setelah menerima dana gelondongan semacam itu, pihak desa tidak boleh lagi mengajukan proposal bantuan, tiap kali berlangsung kegiatan di desa.

“Desa Tegaldowo paling besar, karena jumlah Kepala Keluarganya saja sampai 1.525. Desa besar dan desa kecil kalau disamakan, ya nggak adil juga nanti. Kami menyebutnya dengan nama Forum Masyarakat Madani. Lha kalau ditotal semua untuk 5 desa itu, anggaran yang kami masukkan ke APBDes lebih dari Rp 1,5 Miliar. Nantinya kalau pas ada sedekah bumi, butuh meja kursi sekolah, desa jangan bolak balik mengajukan proposal,  “ imbuh Manan.

Menurutnya, Desa Kajar Kecamatan Gunem sudah mengawali pemakaian dana CSR lewat APBDes, dengan membangun sarana air bersih. Terkait sistem pengawasan, nantinya pihak Inspektorat Kabupaten Rembang maupun pabrik semen siap untuk mengaudit, agar dana benar – benar dapat dipertanggungjawabkan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *