Flash News
No posts found

Kemampuan Jarang Diasah, Guru Mendapatkan Tantangan Baru

Aktivitas guru mengajar di sebuah SD di Kabupaten Rembang. PGRI memberikan kesempatan bagi guru untuk berlatih menulis.

Aktivitas guru mengajar di sebuah SD di Kabupaten Rembang. PGRI memberikan kesempatan bagi guru untuk berlatih menulis.

Rembang – Kalangan guru di Kabupaten Rembang sebenarnya mempunyai potensi kemampuan untuk menulis buku. Namun sayangnya kurang ada kemauan menulis, sehingga menjadi tidak terasah.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rembang, Jumanto menjelaskan pihaknya baru saja selesai mengadakan pelatihan menulis buku di lantai IV Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Rembang, dengan menghadirkan seorang guru besar dari Universitas Negeri Semarang, penulis buku dan penerbit. Tujuannya untuk memacu semangat para guru, sehingga mereka gemar menulis.

“Ini merupakan wadah baru, dengan cara kita latih. Kan ada program Gerbang Kalam, Gerakan Pengembangan, Kalam itu artinya baca nulis. Bagaimanapun guru sebenarnya punya kemampuan untuk menulis. Ada beberapa narasumber kami datangkan, orientasinya memotivasi guru, “ terangnya.

Jumanto menambahkan tahapan berikutnya guru menulis hingga menjadi buku. Bukan untuk buku pelajaran saja, tetapi justru lebih diarahkan menggarap buku fiksi, sastra, ilmu pengetahuan populer dan banyak ide lain yang bisa digarap. Termasuk salah satunya potensi wisata di Kabupaten Rembang, layak ditulis ke dalam sebuah buku.

Terkait izin, PGRI siap membantu memfasilitasi. Setelah jadi dan tinggal mencetak, pihaknya akan berembug dengan penulis. Apakah akan dijual sendiri atau diserahkan kepada penerbit.

“PGRI kan punya kemitraan dengan penerbit, nanti ISBN atau semacam nomor standar buku internasional kita uruskan. Begitu ISBN turun, penulis kita ajak bicara. Mau dicetak dan dijual sendiri atau diserahkan sama penerbit. Terserah, mau nyetak 10, 100 dan seterusnya, “ ujar Jumanto.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendukung upaya PGRI untuk meningkatkan kemampuan guru, melalui program menulis buku. Hafidz berpendapat guru jangan hanya mengajar di dalam kelas, tapi bagaimana memiliki nilai lebih di bidang lain yang dapat menunjang aktivitasnya mendidik. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *