Flash News
No posts found

Bupati Tanggapi Maraknya Penipuan Berkedok Penerimaan Pegawai Negeri

Bupati Rembang, Abdul Hafidz diajak foto selfie warganya. Ia berulang kali meminta masyarakat mewaspadai penipuan berkedok penerimaan pegawai negeri.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz diajak foto selfie warganya. Ia berulang kali meminta masyarakat mewaspadai penipuan berkedok penerimaan pegawai negeri.

Rembang – Masih adanya warga Kabupaten Rembang yang tertipu mengeluarkan uang puluhan juta rupiah, karena dijanjikan bisa masuk menjadi calon pegawai negeri sipil atau sekarang disebut aparatur sipil negara (ASN), membuat Bupati Rembang, Abdul Hafidz prihatin.

Bupati menyerukan supaya masyarakat lebih waspada dan jangan buru – buru menyerahkan uang kepada pemberi janji. Menurutnya, saat ini banyak sekali informasi penerimaan CPNS beredar melalui internet maupun layanan jejaring Whatsap. Hal itu kemudian dimanfaatkan para spekulan, untuk mencari korban.

Salah satu jurus rayuannya, pelaku berdalih dapat meloloskan seseorang diterima menjadi pegawai negeri, tapi dengan syarat membayar sejumlah uang. Kalau warga enggan mencari sumber informasi yang valid, bisa – bisa menjadi korban penipuan.

“Info di media itu ada yang benar, tapi ada pula yang salah. Makanya masyarakat harus pintar menelusuri dulu, sehingga tahu kabar itu benar apa nggak. Nah, ini pelaku bersliweran menawarkan, konon bisa ini bisa itu. Saya dengar ada warga Kecamatan Lasem, Gunem tertipu. Semoga nggak ada korban lagi, asalkan selalu waspada dan jangan mudah percaya, “ bebernya.

Hafidz menambahkan ketika Pemkab Rembang akan menggelar seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil dari jalur umum, pasti diinformasikan melalui media resmi, termasuk website Pemkab Rembang. Itupun menurutnya tanpa memungut biaya, karena proses seleksi menggandeng banyak perguruan tinggi negeri dan diawasi secara ketat.

“Ketika Pemkab Rembang melakukan pengadaan CPNS, saya pastikan 0 rupiah. Nggak benar harus bayar – bayar. Pengawasannya ini ketat sekali. Kalau dulu perguruan tinggi yang dilibatkan hanya 1, sekarang sampai 10. Mau nembus ya sulit, kalau kepengin main – main, “ imbuh Hafidz.

Lalu kapan Pemkab Rembang membuka penerimaan CPNS melalui jalur umum, mengingat semakin banyak pegawai memasuki pensiun ? Bupati asli Dusun Mudal Desa Pamotan ini menyampaikan usulan kebutuhan pegawai sudah dikirim ke tingkat pusat. Tetapi sejauh ini Pemkab Rembang belum menerima jawaban, kapan seleksi CPNS digelar. Pasalnya pemerintah pusat masih fokus menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer daerah kategori II. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *