Flash News
No posts found

Padi Siap Panen, Tamu Tak Diundang Datang Mengancam

Hama wereng mulai mengancam di lahan pertanian Dusun Mlayang Desa Ringin Kecamatan Pamotan. Petani mulai mengadakan penyemprotan massal.

Hama wereng mulai mengancam di lahan pertanian Dusun Mlayang Desa Ringin Kecamatan Pamotan. Petani mulai mengadakan penyemprotan massal.

Pamotan – Serangan hama wereng mulai mengancam lahan persawahan di sekitar Dusun Mlayang Desa Ringin Kecamatan Pamotan.

Edi Siswoyo, seorang petani Dusun Mlayang mengatakan posisi hama wereng masih taraf menempel di batang tanaman. Kondisinya memang belum begitu parah. Tapi kalau tidak segera diatasi, hama rawan cepat menjalar. Akibatnya tanaman akan menjadi layu, kemudian mati. Pihaknya bersama petugas pertanian, dibantu anggota TNI baru saja menggelar penyemprotan massal, guna mengendalikan hama wereng.

“Serangan wereng baru sedikit, berada di bawah pangkal batang padi. Mulai mendekati batang, belum sampai ke atas kok. Cuman kita harus cepat – cepat menyemprot sebagai bentuk antisipasi, biar nggak merajalela. Karena dalam waktu 1 jam saja, wereng itu cepat menyebar, “ ungkapnya.

Edi menambahkan penanganan yang dilakukan oleh petani, umumnya menggunakan pestisida. Petani di Desa Ringin belum mempunyai cara alami, untuk membasmi wereng. Targetnya, yang penting wereng cepat terkendali. Mengingat kurang seminggu lagi, tanaman padi sudah akan dipanen.

“Kita biasa pakai pestisida yang 1 botol harga Rp 80 Ribu mas. Kalau dicampur dengan air, dosisnya dapat kira – kira 4 tangki untuk disemprotkan. Kami gerak cepat, biar nggak keduluan sama wereng. Padi sudah menguning soalnya, “ imbuh Edi.

Sementara itu, beberapa kampus di Malang, Jawa Timur berhasil menemukan obat anti wereng alami, untuk mengurangi ketergantungan pestisida. Salah satunya dihasilkan dari sekam atau kulit padi yang dipanaskan sampai menjadi abu. Abu tersebut kemudian ditaburkan ke sawah, sehingga menghasilkan aroma yang khas. Aroma itu dipercaya dapat mengundang predator pemakan telur – telur wereng. Habisnya telur – telur ini akan memutus mata rantai siklus kembang biaknya wereng. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *