Flash News
No posts found

Dilapori Warga, Satpol PP Punya Alasan Kuat Tertibkan Pedagang Buah

Petugas Satpol PP Kabupaten Rembang menertibkan pedagang buah di Lasem, Selasa (06/03).

Petugas Satpol PP Kabupaten Rembang menertibkan pedagang buah di Lasem, Selasa (06/03).

Lasem – Petugas Satpol PP Kabupaten Rembang, Selasa pagi (06 Maret 2018) menertibkan pedagang buah yang berjualan di dekat perempatan toko Sumber Laut Desa Karangturi Kecamatan Lasem, sebelah selatan Masjid Jami’ Lasem.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat Dan Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Rembang, Heru Susilo menyatakan pedagang buah yang memakai kendaraan bak terbuka itu, posisinya berada di pinggir jalan, namun dekat dengan salah satu pojok perempatan. Pedagang cenderung mencari lokasi strategis, tanpa memperhatikan dampak.

Akibatnya, membahayakan pengguna jalan yang melintas, terutama ketika belok, pandangan menjadi terhalang. Pedagang kemudian diarahkan untuk pindah ke lokasi lain, yang lebih aman.

“Kan ada laporan dari warga, kemudian kita tindaklanjuti. Kalau di dekat sudut perempatan seperti itu, jelas mengganggu pengguna jalan. Kita arahkan pindah dan pedagang mau mematuhi. Beberapa titik lain di Lasem sering kita jumpai. Cuman dari sisi aturan, memang belum ada ketentuan rinci jalur mana yang boleh dan mana yang dilarang untuk jualan, “ jelasnya.

Heru Susilo menambahkan selain menertibkan pedagang buah, pihaknya juga memberikan peringatan kepada pemilik toko Sumber Laut yang memasang tumpukan batu di depan toko mereka, dengan alasan sering digunakan parkir truk.

Satpol PP tetap meminta batu segera disingkirkan, karena mempertimbangkan akses jalan umum dan rawan memicu kecelakaan, terutama pada malam hari. Menyangkut masalah parkir, Satpol PP siap berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Lagipula sekarang sudah ada pangkalan truk, mestinya sopir bisa memasukkan kendaraannya ke dalam pangkalan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Tumpukan batu itu sudah lama, tentu kita tertibkan. Kalau alasannya untuk parkir truk, dari kaca mata kami tetap nggak bener. Jalan jadi rawan, lantaran menyempit. Apalagi kondisinya juga ramai, banyak motor dan mobil melintas. Mohon batu jangan dipasang lagi, “ terang Heru.

Sementara itu, Kiswati, seorang warga Sumbergirang, Lasem mendukung penertiban yang diadakan Satpol PP, guna mengurangi kesemrawutan di Kota Lasem. Apalagi jalan dari perempatan lampu bangjo Masjid Jami’ ke selatan sangat padat. Mulai parkir kendaraan, angkutan umum mangkal hingga pedagang berjualan, campur jadi satu.

“Syukur tiap hari dipantau. Kalau nggak bisa, ya diatur melalui regulasi dari Pemkab Rembang. Yang tegas pokoknya, karena kalau dibiarkan, pasti tambah macet, “ keluhnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *