Flash News
No posts found

Sistem Penyaluran Rastra Serba Baru, Bupati Beberkan Apa Saja Perbedaannya

Pejabat Pemkab Rembang mengecek kualitas Rastra, belum lama ini. Per bulan Juli 2018, sistem penyaluran Rastra berubah.

Pejabat Pemkab Rembang mengecek kualitas Rastra, belum lama ini. Per bulan Juli 2018, sistem penyaluran Rastra berubah.

Rembang – Beras Sejahtera (Rastra) atau dulunya biasa disebut Raskin, akan mengalami perubahan sistem penyaluran per tanggal 01 Juli 2018. Nantinya warga miskin penerima Rastra tidak perlu menyerahkan uang, untuk menebus beras, seperti sebelumnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan nama program dari pemerintah yang baru itu adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penerima mendapatkan sebuah kartu yang diisi semacam saldo nilainya Rp 110 Ribu setiap bulan. Masing – masing berhak mendapatkan beras dan telur. Jumlah beras sebanyak 10 Kg tanpa penebusan uang sama sekali, tidak seperti dulu 15 Kg per kepala keluarga, harus menyerahkan uang Rp 24 Ribu. Nantinya penerima bisa memilih kualitas beras, apakah kelas rendah, sedang atau paling bagus.

Sisa saldo setelah memperoleh beras, dapat ditukarkan dengan telur. Menurutnya tidak ada jumlah baku, karena bisa menyesuaikan berapa banyak kebutuhan warga. Yang penting ada batas nominal Rp 110 Ribu.

“Jadi lebih fleksibel, karena penerima bisa memilih beras sesuai kualitas. Beras yang paling enak, juga bisa. Kartu diisi tiap bulan Rp 110 Ribu. Kalau kebutuhan telur ternyata lebih banyak, sedangkan beras lebih sedikit, ya nggak apa – apa, “ ujarnya.

Abdul Hafidz menambahkan dari sisi penyaluran, nantinya ditangani oleh toko maupun warung yang ditunjuk bank mitra pemerintah. Kalau desa besar, bisa saja jumlah warungnya lebih dari 1, bahkan sampai 4 titik.

Ia mendorong agar pemilik warung dapat menyerap beras dari kalangan petani setempat, sehingga ketika panen raya, harganya tidak terlalu anjlok.

“Program ini menggantikan Rastra atau Raskin. Konsepnya, warga bawa kartu ke warung. Bisa menukarkan beras dan telur. Kami meminta warung berlomba – lomba membeli hasil panen dari petani. Biar program pemerintah berjalan, sedangkan petani juga ikut merasakan dampak positifnya, “ imbuh Bupati.

Sebelumnya di Kabupaten Rembang, jumlah penerima Beras Sejahtera (Rastra) mencapai 69.904 keluarga penerima manfaat. Di tingkat bawah, beras tersebut sering dipelesetkan menjadi Rasto atau beras roto, karena dibagikan hampir merata ke semua keluarga.

Setelah muncul sistem kartu mulai awal bulan Juli 2018, pemerintah berharap penerimanya akan lebih tepat sasaran. Seorang warga di Kecamatan Pamotan, Riyanto menilai kalau data tidak valid, program itu tetap akan memicu kerawanan tersendiri, salah satunya kecemburuan sosial.

“Maka idealnya pemerintah secara rutin memperbarui data warga miskin. Kalau yang menerima bantuan sosial Rastra jatuh ke tangan keluarga agak kaya atau bahkan masuk kategori keluarga mampu, di desa pasti akan ramai, “ bebernya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *