Flash News
No posts found

Tanaman Ini Berjuta Manfaat, Cocok Di Rembang Tapi Kerap Dilupakan

Deretan pohon kayu putih di belakang GOR Mbesi, Rembang tumbuh sumbur.

Deretan pohon kayu putih di belakang GOR Mbesi, Rembang tumbuh sumbur.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang didorong memfasilitasi pengembangan pohon kayu putih, karena cocok dibudidayakan sebagai sarana penghijauan, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Alif Billah, salah satu pegiat penghijauan di Rembang menganggap selama ini tiap kali ada program penghijauan, jenis kayu putih  hampir tidak pernah ditanam, baik oleh masyarakat sendiri maupun kalangan pemerintah. Warga umumnya sering terjebak pada tanaman jati, sengon, cemara serta buah – buahan.

Ia mencontohkan di lingkungan sekitar Gelanggang Olahraga (GOR) Mbesi, Rembang, cukup banyak pohon kayu putih. Artinya, lahan di dataran rendah sekalipun cocok untuk kayu putih, apalagi jika mengoptimalkan lahan kritis di dataran tinggi, yang potensinya masih sangat luas.

Manakala kayu putih ini berhasil, pemerintah dapat menggandeng investor masuk. Mengingat penyulingan dari daun dan ranting kayu putih, tidak hanya bermanfaat sebagai minyak kayu putih, tetapi juga bisa menjadi bahan campuran minyak telon, parfum serta produk rumah tangga lain.

“Masyarakat ini kenapa kok nggak nanam pohon kayu putih, karena banyak yang belum tahu manfaatnya. Padahal sangat potensial, kalau mau dioptimalkan. Di daerah dengan musim kemaraunya panjang seperti Rembang, kayu putih nggak masalah ditanam. Nah, di GOR Mbesi itu bisa menjadi embrio untuk meyakinkan. Kalau bisa, jangan setengah – setengah, “ ungkap Alif.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Suharso mengakui pohon kayu putih termasuk langka di daerahnya. Khusus di belakang GOR yang berjumlah belasan batang, memang baru sebatas coba – coba, karena semangat awalnya demi menambah kerindangan. Kalau memang cocok, Dinas Lingkungan Hidup siap mengembangkan.

“Staf kami di lapangan terus melakukan observasi kok. Kelebihan serta kekurangan masing – masing tanaman. Termasuk pohon kayu putih yang banyak tumbuh di sekitar GOR. Kalau memang layak, kenapa nggak kita kembangkan. Syukur nanti ada nilai ekonomisnya untuk menambah penghasilan masyarakat, “ terang Suharso.

Saat ini baru Perum Perhutani yang serius membudidayakan tanaman kayu putih. Menurut data Kementerian BUMN, Se Jawa diperkirakan luasnya mencapai hampir 25 Ribu Hektar, dengan kapasitas produksi minyak kayu putih sebanyak 400 Ton per tahun. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *