Flash News
No posts found

Korban Berjatuhan, PLN Beberkan Jarak Aman Kabel Dengan Bangunan

Kabel PLN berdekatan dengan bangunan di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang.

Kabel PLN berdekatan dengan bangunan di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang.

Rembang – Pihak PLN Rembang menyerukan kepada masyarakat untuk mematuhi jarak aman minimal antara kabel PLN dengan bangunan.

Salah satu pegawai Bagian Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Rembang, Hidayat ketika talkshow di Radio R2B, Kamis siang (15 Maret 2018) menyatakan ketika pada tiang jaringan terdapat 3 kabel, justru sangat berbahaya, karena tegangan listrik mencapai 20.000 Volt. Berbeda dengan instalasi listrik rumah, hanya 220 Volt.

Di PLN, mempunyai aturan jarak minimal kabel dengan bangunan, 2,5 sampai dengan 3 Meter. Kalau seandainya kurang dari jarak tersebut, maka ketika warga ingin mendirikan bangunan, segera mengirimkan surat tertulis kepada PLN. Setelah itu, Bagian Tekhnik akan turun ke lokasi, untuk survei dan melakukan pengamanan jaringan.

“Semisal ada yang ingin mendirikan bangunan kok dekat dengan kabel PLN, silahkan berkirim surat kepada kami, biar ditindaklanjuti. Apalagi yang kabelnya 3, itu tegangan tinggi 20 ribu Volt. Lha kalau jaraknya cuman 1 Meter, mohon jangan dipaksakan untuk membangun, sangat berbahaya, “ ujarnya.

Hidayat membenarkan masih cukup banyak posisi bangunan milik warga terlalu dekat dengan jaringan kabel PLN. Begitu dianggap beresiko, PLN akan melayangkan surat tertulis. Pihaknya tak ingin kondisi tersebut, rawan merenggut korban jiwa.

“Kalau jarak kabel kok mendekati aman, kita cuman mengingatkan hati – hati. Lha kalau sudah membahayakan, pasti kita beri surat peringatan sama pemilik. Kami sendiri ingin keberadaan jaringan kabel PLN, tidak memakan korban, “ tandas Hidayat.

Sebelumnya, peristiwa warga tewas tersengat arus listrik dari kabel PLN sudah sering terjadi. Bulan November 2015, seorang pekerja bangunan tewas di Desa Kemadu Kecamatan Sulang, bulan Mei 2016 ada pekerja tewas saat membongkar panggung di Desa Wiroto Kecamatan Kaliori, bulan Januari 2017 warga meregang nyawa ketika memotong pohon, kayu menimpa kabel listrik PLN di Desa Suntri Kecamatan Gunem, kemudian Januari 2018 warga di Desa Terjan Kecamatan Kragan tewas mencari pakan kambing, lagi – lagi ranting pohon menyentuh kabel jalur PLN.

Peristiwa terbaru terjadi di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang tanggal 13 Maret 2018, tukang bangunan kritis, lantaran kepalanya menyenggol kabel PLN. Korban belakangan dirujuk ke rumah sakit di Semarang, lantaran menderita luka bakar parah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *