Flash News
No posts found

Tak Ingin Terulang, Bupati Ingatkan Sebuah Pengalaman Pahit

Penerima dana hibah dan Bansos di Rembang, saat mendapatkan sosialisasi, belum lama ini.

Penerima dana hibah dan Bansos di Rembang, saat mendapatkan sosialisasi, belum lama ini.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz meminta supaya penerima dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) merealisasikan kegiatan tepat waktu, sesuai tahun anggaran.

Hafidz mengingatkan peristiwa penyaluran dana hibah mushola sebesar Rp 40 Juta di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan tahun 2013 lalu, menyeret 6 orang tersangka, gara – gara waktu pengerjaan molor, melenceng dari tahun alokasi anggaran.

Semisal diberi bantuan dana hibah dan Bansos tahun 2018 ini, maka harus dituntaskan tahun ini juga. Mengingat pada bulan Februari tahun berikutnya, sudah ada pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jangan sampai dikerjakan tahun 2019 atau 2020, pasti akan menimbulkan masalah. Selain disiplin waktu, penerima harus mematuhi disiplin administrasi dan disiplin keuangan.

“Kita pernah punya pengalaman pahit, mushola di Desa Bogorejo, Sedan hanya bantuan Rp 40 Juta memenjarakan banyak orang. Bahkan 3 orang diantaranya nggak tahu dununge duwit, ikut – ikut tersangkut, karena menjadi satu bagian. Maka kalau dapet bantuan tahun ini, ya selesaikan sebelum akhir Desember tahun ini, “ kata Hafidz.

Abdul Hafidz menambahkan saat ini begitu mudahnya masyarakat mengganggu kemerdekaan seseorang melalui media sosial (Medsos). Begitu warga mencurigai terjadi ketidakberesan, langsung mengupload ke facebook. Maka penerima dana hibah dan Bansos dituntut bersikap transparan sejak menerima sampai selesai penggunaan anggaran.

“Jangan sampai ada warga memberitahu informasi, ternyata nggak benar. Kemarin ada yang lapor ke Reskrim, kelompok ternak di Sale fiktif. Ketika dicek ternyata ada, ini kan info menyesatkan. Lha dengan perkembangan media sosial begitu cepat, masyarakat akan mudah tahu. Bagi pemerintah, info dugaan penyimpangan semacam ini menjadi instrumen untuk ditindaklanjuti, “ tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rembang menggelontorkan dana hibah dan Bansos Rp 20 Miliar lebih. Dana sebesar itu diperuntukkan bagi 443 kelompok. Fungsinya beragam, seperti untuk bantuan Mushola, pembangunan Masjid, pemberdayaan kelompok ternak dan masih banyak lagi yang lain. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *