Flash News
No posts found

Heru Pamitan, Sempat Mengisahkan Harga Jam Tangan

Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko ketika berada di forum Musrenbangwil. Ia sempat mencicipi produk makanan olahan di salah satu stand pameran.

Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko ketika berada di forum Musrenbangwil. Ia sempat mencicipi produk makanan olahan di salah satu stand pameran.

Rembang – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di pendopo Museum Kartini Rembang, hari Senin (19 Maret 2018) menjadi sarana Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko untuk berpamitan kepada masyarakat dan segenap jajaran Pemkab di eks Karesidenan Pati.

Heru mengungkapkan pada tanggal 23 Agustus 2018 sudah memasuki purna tugas. Ia memohon maaf kalau selama menjabat Wakil Gubernur hingga Pelaksana Tugas Gubernur Jateng ada kesalahan.

“Bagi saya ajang ini bisa untuk silaturahmi sekaligus pamitan. Tanggal 23 Agustus nanti, insyaallah kami akan mengakhiri kontrak. Kalau sekiranya tanpa saya sadari, kehadiran dan kata – kata saya tidak mengenakkan bapak, ibu semua, mohon dimaafkan, “ jelasnya.

Setelah memaparkan kondisi Jawa Tengah, Heru Sujatmoko sempat mengajak tamu undangan untuk hidup sederhana dan jangan mudah tergerus oleh pengaruh pasar global. Ia kemudian mengisahkan jam tangan yang dikenakan, harganya Rp 800 Ribu, meski sebenarnya sanggup untuk membeli jam tangan dengan harga lebih dari itu.

“Kita memakai dari luar yang belum bisa kita buat. Saya pakai jam, kelihatannya bukan buatan Indonesia. Saya sengaja belinya nggak yang mahal, tak niati betul. Kalau beli yang jam harga Rp 5 Juta mungkin masih bisa, tapi ini Rp 800 Ribu. Tiga tahun lagi sudah jatuh harganya, “ kata Heru sambil terkekeh.

Dalam kesempatan tersebut, Heru menyampaikan ada 7 masalah yang menjadi PR pemerintah saat ini. Pertama penanggulangan kemiskinan, kemudian pengembangan ekonomi yang berdaya saing, pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, kedaulatan pangan dan energi, usaha mengatasi kesenjangan wilayah, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *