Flash News
No posts found

Siswi SMA N I Lasem Tewas, Begini Kronologisnya

TKP kecelakaan di depan SMA N I Lasem, Senin pagi.

TKP kecelakaan di depan SMA N I Lasem, Senin pagi.

Lasem – Kecelakaan mengenaskan terjadi di jalur Pantura depan SMA N I Lasem, Senin pagi (19 Maret 2018). Seorang pelajar perempuan tewas seketika tertabrak truk tronton.

Korban tewas bernama Dwi Yunita Sari (15 tahun), siswi kelas X berasal dari Desa Kalitengah Kecamatan Pancur. Menurut informasi yang dikumpulkan dari sekitar lokasi kejadian menyebutkan, semula korban naik sepeda motor Honda Beat dari arah selatan, bermaksud akan belok ke kanan, ingin masuk ke dalam SMA N I Lasem.

Di belakangnya berjalan sebuah truk tronton, yang dikemudikan Ramdani (37 tahun), warga Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat. Karena jarak sudah sangat dekat, tabrakan tak bisa terhindarkan lagi. Korban sempat terseret sekira 6 Meter, sehingga menderita luka cukup parah.

Jaskuri, petugas Satpam SMA N I Lasem menceritakan waktu itu dirinya berada di dalam sekolah. Tiba – tiba mendengar suara teriakan minta tolong dari sejumlah murid yang berada di depan sekolah, menyampaikan ada kecelakaan.

Ia langsung berlari dan sudah mendapati korban tergeletak meninggal dunia. Kendaraan truk tronton yang menabrak berhenti. Kebetulan lokasi kecelakaan berdekatan dengan pos polisi, kemudian warga bersama polisi lekas mengevakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah.

“Ketika saya keluar gerbang sekolah, ya kaget sekali, karena korban kondisinya sudah kayak gitu. Saya ikut bantu evakuasi korban. Sedangkan bekas tabrakan kita uruk pakai pasir, “ jelasnya.

Jaskuri membenarkan jalur Pantura antara Soditan – Sendangasri termasuk zona rawan kecelakaan. Di kawasan ini, berderet sejumlah sekolah. Banyak penyeberang jalan, yang umumnya merupakan pelajar. Kalau pagi hari, biasanya Satpam masing – masing sekolah mengatur lalu lintas penyeberangan. Hanya saja pada waktu kejadian, kebetulan korban tengah libur. Ia datang ke sekolah untuk sebuah urusan, tanpa ada yang membantu menyeberangkan.

“Posisi motor korban berada persis di tengah marka jalan, rencana mau masuk ke sini (SMA N I Lasem-Red). Kalau pagi sama pas pulang sekolah sich saya bantu menyeberangkan anak. Cuman tadi kejadiannya kira – kira jam 10 pagi. Mohonlah kalau lewat jalur sini memperlambat kecepatan, karena rata – rata kendaraan banter – banter mas, “ imbuh Jaskuri.

Sopir truk tronton, Ramdani menceritakan yang ia tahu motor menyalip truknya dari arah kiri, kemudian akan belok. Dari arah berlawanan, kendaraan ramai, sehingga motor berhenti di tengah jalan. Ramdani menduga bagian belakang motor tertabrak.

“Saya nggak bisa menghindar, karena di samping kiri juga ada mobil sedan. Ini saya mau setor ban dari Jakarta ke Probolinggo, jadinya  nunggu proses di kepolisian dulu, “ ujar Ramdani.

Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Satlantas Polres Rembang. Polisi sudah menggelar olah TKP, sekaligus mengamankan barang bukti kendaraan. Sopir truk tronton, Ramdani menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik laka di Pos Lasem. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *