Flash News
No posts found

Titik – Titik Rawan Stadion Krida Yang Bisa Menghambat Lolosnya Verifikasi

Kerusakan atap tribun penonton di Stadion Krida Rembang. Menjelang verifikasi stadion, masalah semacam ini harus segera diatasi.

Kerusakan atap tribun penonton di Stadion Krida Rembang. Menjelang verifikasi stadion, masalah semacam ini harus segera diatasi.

Rembang – Menghadapi verifikasi stadion untuk Liga 2, kondisi Stadion Krida sebagai markas PSIR Rembang, masih banyak mengalami kerusakan.

Tidak hanya atap bangunan tribun sisi barat yang hilang, tetapi belum adanya lampu penerangan, juga menjadi kekhawatiran. Mengingat, bisa saja pertandingan digelar pada malam hari. PT. Dampo Awang selaku pengelola PSIR Rembang merencanakan perbaikan Stadion Krida, supaya home base tersebut lolos untuk tempat pertandingan Liga 2.

CEO PT. Dampo Awang, Wiwin Winarto mengaku pihaknya belum mengetahui jadwal pengecekan stadion. Ia memastikan waktu yang mepet ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan. Pihaknya tak ingin Stadion Krida gagal lolos verifikasi, sehingga tim PSIR harus menggunakan stadion lain di luar daerah.

“Kerusakan sudah kami data, kita agendakan perbaikan, sebelum Liga 2 bergulir. Yang masih dibutuhkan, fasilitas penerangan. Soalnya kita antisipasi pergeseran waktu pertandingan. Jadi semua harus siap, “ tutur anggota DPRD Jawa Tengah ini.

Wiwin Winarto menambahkan ketika pertandingan uji coba antara PSIR Rembang dengan PSIS Semarang, Minggu sore, panitia pelaksana pertandingan hanya meberlakukan 1 pintu masuk penonton di sisi utara. Karena terjadi penumpukan antrean penonton, maka nantinya perlu dievaluasi, sehingga bisa memperoleh konsep yang tepat.

“Tentunya akan kami evaluasi. Kalau kayak gini seperti apa dampaknya, manajemen akan ngomong-ngomong berbagai kemungkinan. Tapi saya kira Panpel memiliki pengalaman untuk itu, “ tandasnya.

Sementara itu, Supardi, seorang suporter PSIR dari Kragan menilai kondisi Stadion Krida Rembang cukup rawan, ketika jumlah penonton membludak. Pagar pembatas antara suporter tuan rumah dengan suporter tim tamu terlalu pendek dan mudah dilompati. Selain itu, pintu keluar Stadion Krida hanya ada 2 titik, sehingga kalau terjadi bentrok antar suporter, sangat berbahaya dan rawan menimbulkan korban jiwa terinjak – injak.

“Kita mikirnya harus kemungkinan terburuk. Lha kalau sampai bentrok antar penonton kayak dulu terulang lagi, mau menyelamatkan diri lewat pintu keluar di sisi barat, saya kira terlalu riskan bagi suporter tamu. Ya mending melompati tembok stadion saja. Kondisi ini patut dicarikan solusinya, mumpung belum ada korban, “ ungkap Supardi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *