Flash News
No posts found

Usulan – Usulan Di Tengah Musrenbangwil, Munculkan Kegalauan Daerah

Peserta Musrenbang Wilayah se eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Rembang menyaksikan bagan tentang perkembangan daerah.

Peserta Musrenbang Wilayah se eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Rembang menyaksikan bagan tentang perkembangan daerah.

Rembang – Masalah keterbatasan air menjadi kendala pokok dalam meningkatkan investasi di Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan masalah tersebut, di tengah – tengah forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah se Eks Karesidenan Pati, yang dipusatkan di Pendopo Museum Kartini Rembang, Senin siang (19 Maret 2018).

Abdul Hafidz mencontohkan di pinggir jalan antara Desa Tireman – Padaran, sudah berjalan pembangunan pabrik sepatu yang akan mampu menampung 20 ribu orang pekerja. Namun menghadapi masalah ketersediaan air baku.

Sebenarnya bisa diatasi dengan cara memasok air dari Sumber Zakinah Sale. Tapi perlu menambah air yang disedot, sekaligus mengalirkan melalui instalasi pipa. Jalur pipa yang ada sekarang, hanya untuk kebutuhan rumah tangga.

Pihaknya sudah menyelesaikan kajian. PDAM masih boleh menambah debet air 60 liter per detik, sedangkan alokasi anggaran yang diperlukan, mencapai Rp 112 Miliar. Abdul Hafidz memohon Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu anggaran, supaya pipanisasi terwujud. Kalau air lancar, maka industri akan mudah masuk ke Rembang.

“Pabrik sepatu ini dari Korea, nantinya per orang karyawan butuh 20 liter per hari, sehingga butuh 1.000 kubik per hari. Kalau nggak dicukupi airnya, pabrik bisa lari dari Rembang. Detail Engineering Design (DED) sudah jadi, kami butuh pipa dari Rembang – Sale yang jaraknya kira – kira 40 an kilo meter, “ ungkap Hafidz.

Sementara itu usulan berbeda dilontarkan Bupati Pati, Haryanto. Ia berpendapat jalur Pantura cepat rusak, karena jalan setiap hari dilalui kendaraan bertonase berat yang melebihi aturan. Karena terlalu padat dan rawan macet, ia mengusulkan jalur kereta api dari Semarang – Pati – Rembang – Lasem – Blora diaktifkan lagi, guna mengurai kesemrawutan.

“Saya nggak berharap jalur tol, tapi ingin sekali jalur kereta api dari Semarang – Demak – Kudus – Pati – Rembang – Blora atau ke Lasem diaktifkan. Tapi yang lewat Pantura lho ya. Jangan semua dipusatkan di wilayah selatan terus. Bagaimanapun kami juga menyumbang suara banyak pak, “ ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Sudjarwanto menyatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah kali ini untuk menyerap aspirasi dari daerah – daerah se eks Karesidenan Pati. Menurutnya, apabila kebutuhan kabupaten masih ada keterkaitan dengan provinsi, Sudjarwanto menyarankan usulan diajukan. Tapi kalau sebatas untuk penataan kota, maka daerah harus menganggarkan sendiri.

“Kami gelar secara bergilir di setiap eks Karesidenan. Di sini putaran ke 4, nantinya kami lanjutkan ke Karesidenan Surakarta dan Banyumas. Apa yang menjadi masukan dari daerah kami tampung, untuk bahan Musrenbang Provinsi tanggal 11 April mendatang. Hal itu menjadi modal kita bersama, untuk menjadi rencana kerja pemerintah daerah tahun 2019, “ tandasnya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *