Flash News
No posts found

Pengangguran Kecil Tapi Kemiskinan Masih Tinggi, Ini Sebabnya

Salah satu potret kemiskinan di Rembang.

Salah satu potret kemiskinan di Rembang.

Rembang – Angka kemiskinan sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur masih memprihatinkan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan angka kemiskinan di Jawa Tengah, per bulan Maret 2017 sekira 13,01 % atau 4,45 Juta orang. Dari daerah di eks Karesidenan Pati, hanya Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora yang angka kemiskinannya melebihi tingkat Jawa Tengah. Rembang tercatat 18,35 %, sedangkan Blora mencapai 13,04 %.

Khusus kemiskinan wilayah Pati, Kudus dan Jepara, menurutnya di bawah kemiskinan Jawa Tengah. Tinggal bagaimana menahan dan menaikkan parameternya. Kemiskinan sering berkaitan dengan masalah pengangguran. Di Kabupaten Rembang, pengangguran menembus 3,19 %. Untuk Kabupaten Blora, 2,85 %. Kenapa pengangguran kecil, tapi kemiskinan masih tinggi. Hal itu menunjukkan kelompok pekerja belum sejahtera.

“Mungkin pemerintah di Rembang dan Blora bertanya – tanya, banyak warga bekerja, tapi kok kemiskinannnya tinggi. Nah, ini pertanda bahwa orang yang bekerja belum sejahtera. Semisal petani, buruh bangunan dan kelompok pekerja di sektor informal, “ jelasnya.

Sudjarwanto menambahkan kedepan Pemerintah Kabupaten harus lebih memperhatikan kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM), petani dan nelayan. Ia menekankan kemiskinan berkaitan erat dengan kebutuhan dasar dan ekonomi. Maka kebutuhan dasar masyarakat, seperti rumah, pendidikan, dan perlindungan sosial harus dipenuhi.

“Daerah sering kali mengangkat isyu pembangunan seputar pendidikan dan kesehatan. Cobalah diangkat yang lebih konkret. Mereka warga miskin itu perlu ada kesinambungan dalam bekerja, pemerintah mesti membuka lapangan pekerjaan. Sejatinya warga tidak masuk kategori miskin, kalau punya penghasilan, “ imbuh Sudjarwanto.

Langkah – langkah pemerintah nantinya tinggal diimbangi dengan program lain. Bisa saja melalui sertifikat tanah massal dan sentuhan dari kalangan perbankan. Sertifikat dan perbankan menjadi sarana mendapatkan modal, untuk pengembangan usaha. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *