Flash News
No posts found

PLN Pastikan Penipuan, Modus Stiker Dan Penutup KWH Meter

Box penutup KWH Meter merupakan salah satu modus penipuan berkedok pegawai PLN.

Box penutup KWH Meter merupakan salah satu modus penipuan berkedok pegawai PLN.

Rembang – PLN Rayon Rembang memastikan orang yang menawarkan penempelan stiker dan box penutup KWH Meter listrik ke rumah – rumah warga, merupakan bentuk penipuan.

Hidayat, pegawai Bagian Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Rembang menegaskan tidak ada pegawai PLN menawarkan seperti itu. Sesuai aturan, petugas PLN tidak pernah meminta uang secara langsung, kecuali jika terlambat membayar uang bulanan rekening listrik.

Menurutnya, pegawai PLN selalu mengenakan pakaian seragam dan kartu identitas. Termasuk bagi petugas pencatat meteran listrik.

“Warga memang harus pintar membedakan antara pegawai PLN asli dengan pegawai PLN gadungan. Kan sering terdengar itu ada yang mengaku pegawai PLN menjual stiker dan penutup KWH meter ke rumah – rumah pelanggan. Nggak benar kayak gitu itu. Mohon warga mengecek ID cardnya, “ jelasnya.

Hidayat menambahkan pada banyak kasus, petugas pencatat meteran sering menghadapi rumah pelanggan PLN dengan tembok tinggi. Akibatnya, kesulitan untuk mencatat pergerakan angka meteran non pulsa. Maka ia mengimbau kepada pemilik rumah mau mencatat sendiri KWH meter, kemudian dipasang di pagar tembok.

“Nggak mungkin kan petugas pencatat harus naik ke atas tembok. Ya pemilik rumah lebih baik mencatat sendiri, kemudian digantungkan atau ditempelkan di luar tembok. Setiap tanggal 24, nanti ketika petugas meteran datang, tinggal mencatat. Hal itu untuk menghindari ketidaksesuaian, “ imbuh Hidayat.

Menyangkut penipuan berkedok petugas PLN, sejauh ini belum ada yang tertangkap pelakunya. Mereka cenderung berpindah – pindah dari satu titik ke titik lain.

Slamet, pelanggan PLN di Rembang mengaku pernah membeli penutup KWH Meter seharga Rp 50 Ribu. Ia mengira yang datang adalah pegawai PLN, tapi ternyata bohong belaka.

“Mau lapor kemana ya bingung mas. Uang segitu ya sudah diikhlaskan saja, meski ada unsur pembohongan, “ kata Slamet. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *