Flash News
No posts found

Perhatian Untuk Dusun Terpencil, Akses Jalan Masih Menjadi Kendala

Warga Dusun Ngatoko tersenyum lepas, usai mendapatkan bantuan, Minggu (25/03).

Warga Dusun Ngatoko tersenyum lepas, usai mendapatkan bantuan, Minggu (25/03).

Bulu – Setelah sering diberitakan Dusun Ngatoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu menjadi dusun tertinggal di Kabupaten Rembang, banyak perhatian tertuju ke dusun yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora tersebut.

Kusman, Kepala Desa Pasedan Kecamatan Bulu mencontohkan hari Minggu (25/03) komunitas motor trail, beserta anggota TNI/Polri datang ke Dusun Ngatoko menyerahkan bantuan Sembako sebanyak 128 paket. Selain itu mereka juga membagikan bantuan alat tulis, sarung dan santunan bagi 13 anak yatim.

“Kami sangat berterima kasih diadakan bhakti sosial tersebut. Harapannya memberikan manfaat bagi masyarakat. Warga di pinggiran hutan juga dikasih kok, “ jelasnya.

Kusman menambahkan saat berbincang dengan Wakapolres Rembang, Kompol Sumaryono dan Kasdim Rembang yang turut hadir ke Dusun Ngatoko, masalah buruknya akses jalan menjadi salah satu topik pembahasan.

Kebetulan jalan yang jelek sepanjang 3 kilo meter itu akan menjadi sasaran perbaikan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler tahun 2018. Menurut rencana menerima kucuran anggaran Rp 750 an Juta. Jika nantinya kondisi jalan lebih baik, pihaknya optimis mampu meningkatkan mobilitas perekonomian masyarakat.

“Kami akui Ngatoko dusun tertinggal. Lha kebetulan pak Kasdim rawuh, jadi sekalian survei dan sosialisasi sama warga. Yang perlu dimakadam ya dimakadam, ada pula ruas yang dicor. Perkiraan bulan Oktober dimulai, dananya dari anggaran kabupaten dan provinsi. Potensi buah – buahan di Dusun Ngatoko sangat banyak, kalau jalan bagus, pengangkutan barang juga enak, “ beber Kusman.

Sebelumnya, warga Dusun Ngatoko sempat mengeluhkan ketiadaan jaringan listrik PLN. Akibatnya, untuk menyalakan pesawat radio dan televisi saja terbatas. Bahkan ngecharge HP, warga mesti mengungsi ke luar dusun.

Keluhan warga akhirnya direalisasi oleh PLN. Tahun 2015 lalu, listrik PLN sudah masuk ke dusun tersebut. Setelah masalah listrik beres, warga menghendaki jalan diperbaiki, karena selama ini tiap hujan deras, jalan berbatu terjal di tengah hutan sangat licin. Kerap anak – anak Dusun Ngatoko harus membolos masuk sekolah, mengingat sekolah hanya ada di Desa Pasedan. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Redaksi

    Buka jendela informasi anda dengan berita – berita terbaru, kami sekarang hadir di r2brembang.com

    Dengarkan pula live streaming siaran Radio R2B selama 24 jam non stop…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *